SuaraBekaci.id - Seorang siswa SMAN 2 Cibitung, Kabupaten Bekasi, yang belum diketahui identitasnya terancam dikeluarkan dari sekolah usai melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di sekolahnya.
Laporan dugaan pungli itu disampaikan siswa ke politikus PSI, Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron. Ia juga bahkan sempat berupaya melaporkan kasus tersebut ke Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui layanan WhatsApp Lapor Mas Wapres.
Laporan siswa tersebut kemudian viral, setelah Ronald mengungkap sejumlah tangkapan layar yang berisi aduan dugaan pungli di SMAN 2 Cibitung tersebut.
Humas SMAN 2 Cibitung, Nana, membantah dugaan pungli yang disebut terjadi di sekolahnya. Ia mengatakan, pihaknya tidak mengetahui siapa orang di balik laporan viral tersebut.
“Ya, saya juga kurang tahu ya kalau untuk pelapornya siapa. Bisa saja orang luar yang mengatasnamakan siswa. Atau mungkin siswa sendiri yang melakukan,” Kata Nana, Kamis (5/12/2024).
Meski begitu, Nana mengatakan bahwa jika benar siswanya menjadi orang di balik viralnya dugaan pungli di SMAN 2 Cibitung, pihak sekolah tidak membenarkan tindakan tersebut.
Siswa tersebut bahkan terancam dikeluarkan dari SMAN 2 Cibitung, sebab menurut Nana, tindakan tersebut menyalahi aturan sekolah.
“Ya kalau kita menjamin tidak ya (tidak diberi sanksi) karena sekolah juga kan punya aturan, dan aturan itu harus dipatuhi oleh semua siswa. Kalau siswa itu tidak mematuhi aturan yang ada ya bukan sekolah yang mengeluarkan. Siswa itu sendiri yang ingin dikeluarkan berarti kan dengan melanggar aturan itu,” tegasnya.
Kendati demikian, Nana mengakui bahwa SMAN 2 Bekasi melalui komite sekolah memang sempat menggelar rapat dengan orang tua siswa.
Baca Juga: Pilkada Kabupaten Bekasi: Ade Kunang-Asep Surya Menang 45,68 Persen Suara
Rapat tersebut membahas penggalangan dana untuk keperluan pengurukan lapangan sekolah yang biasanya tergenang ketika hujan turun. Namun, penggalangan dana tersebut sifatnya sumbangan sukarela, tidak dipaksakan atau dipatok nominalnya.
“Sekarang punglinya di mana? Itu sumbangan, sukarela. Tinggal terserah orang tua mau nyumbangnya berapa,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, SMA Negeri 2 Cibitung, Kabupaten Bekasi tengah jadi sorotan karena diduga melakukan pungutan liar atau pungli kepada para siswanya.
Kasus tersebut viral melalui unggahan akun X Politisi PSI, Ronald Sinaga. Dalam unggahan tersebut, Ronald mengunggah tangkapan layar isi pesan dirinya dengan seorang siswa SMAN 2 Cibitung yang belum diketahui identitasnya.
Salah satu tangkapan layar menunjukkan, SMAN 2 Cibitung disebut meminta iuran sebanyak Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta per siswa.
“Saya selaku siswa SMA tersebut telah menjadi korban dugaan pungli, tak hanya saya 600 orang tua pelajar pun terkena imbasnya,” isi pesan siswa tersebut melalui layanan Whatsapp Lapor Mas Wapres yang diunggah akun X @brorondm
Berita Terkait
-
Pilkada Kabupaten Bekasi: Ade Kunang-Asep Surya Menang 45,68 Persen Suara
-
Viral Dugaan Pungli di SMAN 2 Cibitung, Humas Sekolah: Punglinya di Mana?
-
BN Holik-Faizal Deklarasi Kemenangan Raih Suara 45,70 Persen di Real Count Pilkada Bekasi
-
5 Hari Banjir Rob Rendam Desa Hurip Jaya Bekasi: 320 KK Jadi Korban
-
Geger Kapal Tongkang Nyangkut di Jembatan CBL Tambun, Begini Kronologisnya
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Peringatan Keras Bupati Bekasi ke Kepala Desa: Jangan Korupsi !
-
KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai
-
Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon