Galih Prasetyo
Senin, 01 Januari 2024 | 10:55 WIB
Warga Kampung Burangkeng, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berunjuk rasa menuntut kompensasi dampak proyek pekerjaan pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

SuaraBekaci.id - Warga dari Kampung Burangkeng, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menagih janji kompensasi kepada pelaksana proyek tol Jakarta-Cikampek Selatan karena alami dampak dari pembangunan.

Menurut warga, Listiawati, pembangunan tol Jakarta-Cikampek membuat debu berterbangan dan masuk ke rumah warga hingga menjadi polusi. Listiawati menyebut bahwa janji kontraktor soal kompensasi juga tidak ditepati.

"Debu proyek beterbangan ke rumah-rumah kami, jadi polusi, terus janji kontraktor untuk memberikan uang kompensasi pun tidak kunjung ditepati," katanya.

Warga yang protes ini sebagian besar ialah emak-emak menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembayaran uang kompensasi yang telah dijanjikan pelaksana kegiatan mengingat proyek pembangunan itu sudah berjalan selama empat bulan lebih namun belum ada itikad baik dari pihak kontraktor.

Para emak-emak ini protes sambil membentangkan sejumlah poster yang berisi narasi seperti, "Getaranmu merusak perabot rumah kami", "getaranmu mengalahkan malam jumatku"

Listiawati mengatakan akibat pekerjaan proyek pembangunan Tol Jakarta-Cikampek Selatan ini, banyak warga terdampak, mulai dari polusi debu hingga jalan menjadi licin dan rusak akibat banyak truk pengangkut tanah yang melintas menuju lokasi proyek setiap hari.

"Warga di sini merasa terganggu, pertama waktu musim kemarau, debu itu sangat gelap sekali, jalan-jalan jadi kotor dan rusak, tidak ada perbaikan apapun. Apalagi sekarang musim hujan banyak yang kebanjiran karena saluran air jadi tertutup," jelasnya.

Warga khawatir lantaran lalu lintas truk itu membuat tanah di sekitar perkampungan bergetar. Warga was-was, getaran truk pengangkut tanah tersebut membuat rumah mereka rusak.

"Nah yang kami khawatirkan seperti itu, mana tanggung jawab dari pihak pelaksana pembangunan proyek tol ini," ucapnya.

Baca Juga: Soroti Pemanfaatan Aset, Pj Bupati Bekasi: yang Penting Tidak Saling Merugikan

Warga Ciledug lain Syahrozi mengatakan kekesalan ini sudah dirasakan warga sejak beberapa bulan lalu. Namun warga masih mencoba sabar karena dijanjikan akan diberi uang kompensasi atas gangguan yang ditimbulkan.

Sayangnya, uang kompensasi yang dijanjikan itu tidak kunjung ditepati sementara warga terus berharap janji kontraktor pelaksana proyek tersebut segera direalisasikan. [Antara]

Load More