Galih Prasetyo
Selasa, 12 Desember 2023 | 12:53 WIB
Bakal Capres Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud MD. [Dok.Antara]

SuaraBekaci.id - Survei Litbang Kompas merilis hasil elektabilitas pasangan capres-cawapres pada 11 Desember 2023. Terlihat pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo - Mahfud MD semakin berada di urutan buncit.

Dari hasil survei yang dilakukan mulai Oktober - Desember 2023, elektabilitas Ganjar - Mahfud hanya sebesar 15,3 persen. Sementara elektabilitas tertinggi ialah pasangan Prabowo - Gibran 39,3 persen, disusul pasangan Anies-Muhaimin 16,7 persen.

Pengamat Politik Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi Adi Susila, menyebut salah satu faktor merosotnya elektabilitas pasangan Ganjar - Mahfud, karena ulah presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab Jokowi terlihat kerap menyinggahi lokasi-lokasi yang pernah didatangi Ganja Pranowo saat kampanye.

Contohnya pada kampanye Perdana peserta pilpres 2024, pria berambut putih itu melaksanakan kampanye di Papua. Setelah itu Jokowi juga melakukan kunjungan kerja ke Papua.

Tak selesai sampai disitu, mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode ini juga melakukan kampanye di Nusa Tenggara Timur. Lagi-lagi dua hari setelahnya, Jokowi mendatangi Kupang melakukan kegiatan bermain bola bersama warga setempat.

“Kan Jokowi mengikuti terus Ganjar, jadi untuk melemahkan Ganjar. Jadi kalau Ganjar kampanye di sini pak Jokowi ke situ," kata Adi saat dikonfirmasi Suarabekaci.id, selasa (12/12/2023).

Masih dalam survei Tersebut, elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran menjadi pemuncak survei. Adi juga melihat posisi pertama yang didapatkam pasangan nomor urut 2 juga berkat campur tangan Jokowi.

"Kalau survei lainnya faktor Jokowi masih cukup besar sekarang ini peran Jokowi sudah mulai dilihat oleh masyarakat bahwa Jokowi lebih berpihak ke Prabowo karena di situ ada anaknya kan Jadi mungkin itu faktor Jokowinya," ucapnya.

Selain itu, Adi menduga ada sesuatu yang bias dari survei tersebut, sehingga hasilnya masih diragukan.

Baca Juga: Sorotan Bekasi: Survei Litbang Kompas, Prabowo-Gibran Tertinggi di Jabar, Geger Penemuan Mayat Wanita Muda di Cikarang

“Nah itu kalau diasosiakan dengan partainya jadi gak nyambung kan, padahal partai PDIP dari survei-survei selalu tertinggi tapi capres yang diusung ko malah rendah, jadi gak nyambung tuh,” pungkasnya.

Adapun, survei Litbang Kompas melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.

Metode tersebut tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error lebih kurang 2,65 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Ganjar-Mahfud MD Diminta Pakai Cara Beda

Sementara itu, menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin, Ganjar-Mahfud MD wajib memiliki cara dan strategi pembeda untuk menarik suara dari gen z.

Langkah itu menurut dia untuk meningkatkan elektabilitas paslon tersebut yang mengalami tren penurunan dibandingkan paslon lain.

Load More