SuaraBekaci.id - Calon presiden (Capres) Anies Baswedan pada Jumat (1/12) petang rela menggunakan sepeda motor untuk bisa menghadiri haul KH Noer Ali di Bekasi.
Anies terpantau berangkat dari Setiabudi, Jakarta Selatan usai menghadiri Silaturahim Nasional Garda Matahari. Anies kemudian tampak mengenakan jaket setelah melepas jasnya.
Pasangan dari Muhaimin Iskandar ini kemudian memakai helm warna putih. Ia pun kemudian naik motor patwal untuk berangkat ke Bekasi.
"Ke Bekasi. Di Haul Kiai Noer Ali, Kiai Noer Ali itu adalah seorang pahlawan nasional, di Bekasi pondoknya. Kebetulan dia adalah sahabat kakek kami dan kakek sama kakek bersaudara. Lalu sekarang acara cucunya dan saya komitmen hadir," kata Anies seperti dikutip dari Antara.
Anies memilih naik motor ke Bekasi untuk hadiri haul KH Noer Ali agar tidak terjebak macet.
"Saya ke sana dulu nanti balik lagi ke Jakarta. Kalau pakai mobil gak cukup waktunya. Padat, harus balik lagi ke Jakarta waktunya mepet, jadi pakai motor," jelasnya.
Lantas siapa KH Noer Ali? Seperti apa sepak terjangnya?
Saat Indonesia masih dibawah penindasan bangsa penjajah Belanda dan Jepang, KH Noer Ali lahir di Babelan, Kabupaten Bekasi pada 1914. Di usia masih sangat belia, 8 tahun, Noer Ali memiliki kecakapan ilmu agama.
Di usia itu, ia sudah bisa membaca bahasa Arab serta menghafal surah-surah di Al-Quran. Pendidikan agama Islam didapat Noer Ali dari sosok Guru Maksum di Kampung Bulak, Bekasi. Digembleng oleh Guru Maksum, Noer Ali banyak mendapat pengetahuan Islam mengenai tarikh para Nabi, ahlak dan fiqih.
Baca Juga: Beda Gaya Anies Baswedan Saat Daftar ke KPU di Pilkada DKI 2017 dengan Pilpres 2024
Saat usianya menginjak remaja, Noer Ali memperdalam ilmu agam Islam dari seorang guru di Ujung Malang bernama Guru Mughni. Bersama guru Mughni, Noer Ali mendapat ilmu keislaman tentang tauhid. Di antara semua murid guru Mughni, Noer Ali jadi murid paling cerdas.
Meski belajar agama Islam, Noer Ali juga turun ke bawah alias turba. Dari situ, ia kemudian melihat bagaimana penindasan bangsa penjajah ke masyarakat.
Jiwa Noer Ali terganggu karena banyak penindasan dan kesewenangan bangsa kolonial ke masyarakat pribumi Bekasi. Ia melihat banyak ketidakadilan dan maksiat merajalela.
Dari fakta yang ia lihat langsung dan rasakan itu, KH Noer Ali putuskan untuk melawan penjajah, sebagai wujud nyata cinta tanah air.
Untuk melawan penjajah, KH Noer Ali diketahui mendapat banyak ilmu dari KH Marzuki. Di ponpes KH Marzuki ini, KH Noer Ali mendapat ilmu menggunakan senjata api. Apalagi diketahui ia memiliki hobi berburu.
Sekedar informasi, KH Ahmad Marzuki bin Mirsod bin Hasnum bin Khatib Sa’ad bin Abdurrahman bin Sultan Ahmad al-Fathani dengan gelar Laqsana Malayang alias Guru Marzuki seperti dikutip dari NU.or.id, merupakan salah satu dari mahaguru ulama Betawi yang memiliki peran penting dalam penyebaran dakwah Islam di tanah Betawi.
Tag
Berita Terkait
-
Sejarah Cabangbungin 'Ibu Kota Bekasi', Dulu Produsen Kapas Kini Jadi Penghasil Mangga dan Ikan Cue
-
UMK Bekasi 2024 Besok Diumumkan, Begini Sejarah Panjang Upah Minimum di Indonesia
-
Prestasi Terbaik Indonesia di Asian Games Sepanjang Sejarah
-
Objek Sejarah Berbentuk Kepala Jembatan Berusia Ratusan Tahun Ditemukan di Bekasi
-
Sejarah SUGBK, Venue Timnas Indonesia vs Argentina: Cerita Warga Gusuran dapat Ganti Untung
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Disorot Mendagri Akibat Belanja Pegawai Rp3,5 Triliun, Ini Solusi DPRD Kabupaten Bekasi
-
Dituduh Terlibat Korupsi Makan Bergizi Gratis Ponpes, Kapolres Metro Bekasi Buka Suara
-
Debt Collector Intimidasi Warga di Bekasi, Anggota DPR: Tangkap dan Usut Tuntas!
-
Wajah Baru Stadion Wibawa Mukti: Renovasi Rp40 Miliar Rampung 70 Persen, Ini Bocoran Fasilitasnya!
-
Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi Total, Zulhas : Satu Bulan