- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemangkasan anak dan cucu perusahaan BUMN untuk meningkatkan efisiensi.
- Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Hambalang pada hari Minggu, 9 Agustus 2026.
- Perampingan ini bertujuan agar proses pengambilan keputusan perusahaan menjadi jauh lebih cepat dan produktif.
SuaraBekaci.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya dan para petinggi BUMN, khususnya Pertamina dan PLN, untuk segera memangkas anak-cucu perusahaan beserta unit-unit usaha di bawahnya guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha.
Dalam rapat terbatas di kediaman pribadi Presiden, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8) malam, instruksi itu disampaikan langsung oleh Presiden kepada beberapa menteri dan Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang mengikuti rapat tersebut, menjelaskan pemangkasan anak dan cucu perusahaan—yang disebut sebagai layer-layer— juga bertujuan mempercepat waktu pengambilan keputusan terutama pada masa-masa dan persoalan-persoalan yang krusial.
"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya. Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga," kata Seskab Teddy sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Kabinet yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Di Hambalang, Teddy menyampaikan Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri turut melaporkan kemajuan dari program mandatory Biodiesel 50 persen (B50) terutama sejak diluncurkan pada bulan Juli 2026.
Simon juga melapor langsung kepada Presiden mengenai kesiapan infrastruktur Pertamina untuk menjalankan program mandatory bio-ethanol pemerintah.
Rapat tersebut, sebagaimana dilihat dari foto yang dibagikan Sekretariat Kabinet, diikuti di antaranya oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Seskab Teddy, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, dan Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.
Terkait efisiensi di lingkungan BUMN, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani pada minggu lalu telah melaporkan tindak lanjut dari instruksi Presiden untuk mengurangi layer-layer, di antaranya seperti anak dan cucu BUMN.
"Arahan-arahan Beliau (Presiden, Red.) juga untuk pengurangan layer-layer, terutama di perusahaan-perusahaan BUMN yang besar (seperti) Pertamina, PLN, dan yang lain-lainnya agar pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat, produktivitas juga lebih meningkat, efisiensi juga lebih terjaga, dan juga tentu saja (diikuti, Red.) di BUMN-BUMN lainnya," kata Rosan menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis pekan lalu.
Baca Juga: Massa Buruh May Day di Monas Dapat Sembako dari Presiden Prabowo
Rosan melanjutkan perampingan (streamlining) telah dilakukan pada 274 perusahaan per akhir Juli 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai
-
Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel