SuaraBekaci.id - Euis Puspita Awalia menjadi salah seorang yang jadi saksi mata detik-detik bentrokan antar organisasi masyarakat (ormas) pecah di Jalan Raya Setu, Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (20/9).
Euis menceritakan bahwa pada saat bentrokan berlangsung dirinya bersama tiga anak dan suaminya tengah berada di salah satu restoran dekat tempat kejadian perkara (TKP).
Saat itu, Euis merasa situasi sangat mencekam, terdengar sirine ambulance dan didapati sejumlah mobil polisi di sekitar TKP.
“Kami hanya bisa berdoa melihat itu ambulans lewat, mobil polisi, brimob dengan sirene-sirene yang mencekam malam itu,” kata Euis, saat dihubungi wartawan, Kamis (21/9).
Kata Euis, mulanya beberapa pengungjung laki-laki berada di luar mengawasi situasi di luar. Tak berapa lama kemudian mereka berlarian ke dalam restoran dengan mata yang memerah.
Ternyata, di luar polisi sudah menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Euis mengaku saat itu dirinya, suami, beserta anak-anaknya merasa sesak napas.
“Tiba-tiba mata perih dan merasakan sesak pada dada saya gitu aja. Terus diluar bapak-bapak yang ingin meringsek masuk juga itu udah memerah matanya,” tutur Euis.
Sekitar satu jam lamanya Euis dan keluarga terjebak di dalam restoran akibat adanya bentrokan antar ormas itu. Setelah kondisi dirasa aman, ia dan keluarga pun segera pulang.
Saat hendak pulang, Euis mengatakan situasi di luar pun macet parah. Namun, ia mengaku beruntung bisa pulang dengan selamat. Kondisi mereka pun perlahan membaik.
“Saya bawa pulang aja, lebih ke nenangin aja, sesaknya nya hilang sendiri aja,” tutupnya.
Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Twedi Aditya Bennyahdi menerangkan mulanya bentrokan tersebut terjadi gara-gara adanya tagihan leasing terkait tunggakan kendaraan roda empat di wilayah Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (20/9/2023) sore.
"Awal tadi ada kesalahan pahaman, awalnya antara pihak leasing dengan pemegang unit kendaraan itu, awalnya itu ya," kata Twedi.
Pemegang kendaraan roda empat kemudian memanggil massa dari dua Ormas. Pihak leasing juga kemudian memanggil satu kelompok Ormas.
"Kemudian pemegang unit kendaraan ini memanggil dari ormas GMBI dan PP, kemudian ternyata satu dari pihak leasing ini merupakan teman atau anggota temannya salah satu dari Gibas," jelasnya.
Kontributor : Mae Harsa
Berita Terkait
-
Viral Tangis Anak-anak yang Tertahan di Restoran Akibat Bentrok Ormas, Tutup Hidung karena Gas Air Mata
-
Viral Video Ormas Bentrok di Setu Bekasi, Massa Saling Pukul
-
Satu Orang Tewas Akibat Bentrok Ormas di Bantargebang Bekasi, 39 Orang Ditangkap Polisi
-
Bentrok Ormas di Depan Polsek Setu Bekasi Merembet hingga Bantargebang, Diduga 1 Orang Tewas
-
Bentrok Ormas di Depan Polsek Setu Bekasi, Ratusan Orang Ditangkap, Diduga Jatuh Korban
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Kronologi Ibu di Pondok Pinang Ditarik hingga Pakaian Dalam Putus
-
Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret
-
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Ada Apa?
-
Aktif Jemput Bola Transaksi Warga, Kiprah BRILink Agen Ria Irawan Topang Roda Ekonomi
-
30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!