SuaraBekaci.id - Dampak musim kemarau berkepanjangan diakui Pemerintah Kota Bekasi telah membuat harga beras melambung tinggi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi, Herbert Panjaitan menyebut saat ini harga beras di pasaran telah mencapai Rp14 ribu per kilogram.
“Kalau medium itu harganya untuk di Bulog sendiri Rp11 ribu perkilonya. Namun harga di pasar Rp14 ribu ya,” kata Herbert saat ditemui di kantor Wali Kota Bekasi, Jumat (8/9).
Menurutnya, harga beras naik salah satunya memang karena dampak musim kemarau yang akhirnya membuat lahan tani mengalami kekeringan.
Termasuk kata Herbert, ada sekitar 312 hektar luas sawah di Kota Bekasi yang terdampak kekeringan. Namun, ia memastikan kondisi itu tidak sampai membuat petani gagal panen.
Sementara, guna menekan dampak dari harga beras yang terus mengalami kenaikan, DKPPP Kota Bekasi saat ini tengah mendorong Badan Ketahanan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menggelar operasi pasar murah di Kota Bekasi.
“Kita meminta supaya Bapenas melaksanakan pasar murah di Kota Bekasi. Semoga program ini bisa membantu masyarakat,” ujarnya.
Herbert belum bisa memastikan kapan program operasi pasar murah itu dilakdanakan. Namun, ia berharap program tersebut nantinya dapat membantu masyarakat di tengah masalah harga beras yang melambung tinggi.
Selain berkoordinasi dengan Bapanas, saat ini Herbert menyebut pihaknya juga tengah membangun komunikasi dengan Bulog. Hal itu dimaksud untuk menjaga ketersediaan pangan komoditi beras di Kota Bekasi.
Baca Juga: Dampak Kemarau Harga Beras di Bekasi Fantastis, Omset Tipis, Pembeli Meringis
“Nah disini DKP3 langsung pengen kerja sama (dengan Bulog), kita mengambil 24 Ton dulu untuk cadangan pangan kita,” ujarnya.
Meski demikian, Herbert memastikan sampai saat ini ketersediaan pangan di Kota Bekasi masih tergolong aman. Bahkan untuk komoditi beras, stoknya tergolong cukup hingga Maret 2024 mendatang.
“Kita melalui bidang cadangan dan distribusi pasar selalu melakukan monitoring stok dan harga sampai saat ini belum ada laporan perihal kelangkaan,” ungkapnya.
Sebelumnya, sejumlah pedagang beras di Pasar Baru, Bekasi Timur, Kota Bekasi mengeluhkan harga beras yang kini terus melambung tinggi.
Salah satu pedagang beras di Pasar Baru, Bekasi Timur, Asep (28) mengatakan saat ini harga beras bisa mengalami kenaikan hingga Rp100 ribu per karungnya untuk ukuran 50 kilogram.
Asep menyebut, harga beras mulai mengalami kenaikan pada bulan Juli 2023. Kenaikan itu terjadi secara bertahap.
Berita Terkait
-
Dampak Kemarau Harga Beras di Bekasi Fantastis, Omset Tipis, Pembeli Meringis
-
Sidak Pasar, Bulog Pastikan Ketersediaan Beras Aman hingga Akhir Tahun
-
Serba-Serbi Beras Sumo: Harga, Kelebihan, dan Alasan Stop Distribusi
-
Bansos Beras 10 Kg Cair Senin Pekan Depan, Nama Anda Masuk Daftar?
-
Perhatian!! Beras SUMO Berhenti Produksi Mulai September, Tak Ada Lagi di Pasaran
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bukan Sekadar Event, Ini Cara Specteve Membuktikan Bekasi Punya Identitas Kultural
-
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Eksploitasi Anak
-
Kemendagri Percepat Dokumen Kependudukan Keluarga Korban Kecelakaan KRL
-
Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati Belum Ditahan, KPAI: Pelaku Harus Dihukum Berat!
-
130 Sekolah Dasar di Kabupaten Ini Tidak Punya Kepala Sekolah