SuaraBekaci.id - Dampak musim kemarau panjang ikut dirasakan oleh pedagang dan pembeli beras di Pasar Baru, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Pasalnya, harga beras kini terus melambung tinggi.
Salah satu pedagang beras di Pasar Baru, Bekasi Timur, Asep (28) mengatakan saat ini harga beras bisa mengalami kenaikan hingga Rp100 ribu per karungnya untuk ukuran 50 kilogram.
Asep menyebut, harga beras mulai mengalami kenaikan pada bulan Juli 2023. Kenaikan itu terjadi secara bertahap.
“Untuk saat ini harganya naik terus si, dari bulan Juli (2023) naiknya sedikit-sedikit. Sekarang beras yang medium Rp650 ribu sebelumnya Rp530 ribu. Kalau premium Rp660 ribu sebelumnya Rp560 ribu,” kata Asep saat ditemui SuaraBekaci.id, Jumat (8/9).
Menurutnya, harga beras yang terus melambung disebabkan oleh musim kemarau berkepanjangan yang membuat lahan tani mengalami kekeringan bahkan sampai gagal panen.
“Gara-gara kemarau, kekeringan jadi panennya gak rata,” ujarnya.
Tak berbeda jauh dengan Asep, pedagang beras lainnya Loli (42) juga mengatakan hal yang sama, harga beras di tokonya juga mengalami kenaikan sekitar Rp1000 per kilogram.
“Parah tinggi naiknya, perkilonya naik Rp1000,” kata Loli.
Loli menyebut, harga beras medium saat ini setara dengan harga beras premium saat belum mengalami kenaikan harga yakni menyentuh angka Rp600 ribu per karung.
Baca Juga: Harga Beras Meroket, IKAPPI Desak Pemprov DKI Lakukan Operasi Pasar
“Medium Rp600 ribu udah kaya harga premium, sebelumnya (beras medium) Rp520 ribu, Rp550 ribu paling tingginya,” ujarnya.
Sementara, untuk beras premium saat ini Loli menjualnya dengan harga Rp700 ribu per karung setelah sebelumnya hanya Rp630 ribu per karung.
Senada dengan Asep, Loli juga menyebut naiknya harga beras saat ini diakibatkan oleh musim kemarau yang berdampak pada lahan tani.
Menurutnya, lahan tani yang terdampak kemarau mengalami kekeringan dan kualitas hasil tanam atau padinya juga menjadi kurang bagus.
“Panennya gak ada karena kemarau. Walaupun panen hasilnya dikit katanya, padinya banyak yang kopong (kosong),” jelasnya.
Omset Tipis, Pembeli Meringis
Tag
Berita Terkait
-
Banjarnegara Siaga Darurat Kekeringan, Belasan Desa dan Kantor Instansi Mengalami Krisis Air
-
Lebih 31 Hari Tak Dapat Guyuran Hujan, Tiga Kecamatan di Sulawesi Utara Siaga Kekeringan
-
Kekeringan Meluas, 7 Kecamatan di Bantul Kesulitan Air Bersih
-
Kabupaten Bekasi Tanggap Darurat Bencana Kekeringan, Ribuan Hektar Lahan Tani dan 66.647 Terdampak
-
Ratusan Hektar Sawah di Lebak Banten Kekeringan Karena Dampak El Nino
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret
-
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Ada Apa?
-
Aktif Jemput Bola Transaksi Warga, Kiprah BRILink Agen Ria Irawan Topang Roda Ekonomi
-
30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!
-
Aksi Ekstrem Jambret Pakai Kawasaki Ninja, Rampas HP Pakai Dua Tangan