Akibat harga beras yang melambung tinggi, omset para pedagang pun menipis. Seperti halnya yang dirasakan Loli, ia harus kehilangan pendapatan hampir 50 persen dalam sebulan.
“Jauh lah ya (pendapatan) sebulan hampir separuh (50%). Biasanya Rp10 juta,” ujar Loli.
Sama dengan Loli, Asep juga mengatakan bahwa pasca harga beras mengalami kenaikan, omset tokonya menurun hingga Rp9 juta perbulan.
“Turun sedikit sekitar 30%, perbulan biasanta bisa Rp30 juta,” ucapnya.
Menurut Asep, pembeli yang datang ke tokonya selalu mengeluhkan harga berasa yang tak kunjung turun. Bahkan, ia pun harus pasrah karena beberapa pelanggan tokonya kini dirasa banyak yang kabur.
“Mahal banget si, beras gak turun-turun. Ada banyak (pelanggan kabur) terserah sekarang mah dinikmatin aja,” ucapnya.
Sementara, pembeli beras Nur (50) mengatakan harga beras yang melambung tinggi membuat dirinya pusing. Sebab, dia harus pintar-pintar mengatur keuangan rumah tangganya.
“Pusing lah beras naik mulu, kita harus pinter-pinter ngatur duit,” ujar Nur.
Nur saat itu membeli satu karung beras ukuran 50 kilogram dengan harga Rp600 ribu. Ia mengaku beras tersebut biasanya ia beli dengan harga Rp500 ribu.
Baca Juga: Harga Beras Meroket, IKAPPI Desak Pemprov DKI Lakukan Operasi Pasar
“Ini Rp600 ribu, biasanya mah Rp500 ribu Rp 520 ribu,” ucapnya.
Nur mengaku sudah terbiasa membeli beras kelas medium itu dengan ukuran 50 kilogram. Nantinya beras itu bakal ia jual lagi dengan harga Rp11 ribu per liter setelah sebelumnya hanya Rp10 ribu per liter.
“Ini buat dijual lagi saya naikin harganya Rp11 ribu seliter, kalau tinggi-tinggi nanti gak ada yang beli,” ucapnya.
Nur pun berharap, saat kondisi kemarau yang membuat harga beras melambung tinggi ada bantuan dari pemerintah setempat untuk bisa membuat harga beras normal kembali.
“Harapannya pemerintah ini kasih solusi biar beras balik lagi harganya normal, murah lagi kaya dulu,” tandasnya.
Kontributor: Mae Harsa
Tag
Berita Terkait
-
Banjarnegara Siaga Darurat Kekeringan, Belasan Desa dan Kantor Instansi Mengalami Krisis Air
-
Lebih 31 Hari Tak Dapat Guyuran Hujan, Tiga Kecamatan di Sulawesi Utara Siaga Kekeringan
-
Kekeringan Meluas, 7 Kecamatan di Bantul Kesulitan Air Bersih
-
Kabupaten Bekasi Tanggap Darurat Bencana Kekeringan, Ribuan Hektar Lahan Tani dan 66.647 Terdampak
-
Ratusan Hektar Sawah di Lebak Banten Kekeringan Karena Dampak El Nino
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Geger Pelecehan Seksual Terhadap Anjing di Pet Shop Penjaringan
-
Kekeringan Melanda Bekasi: Ini Cara Warga Dapatkan Bantuan Air Bersih Gratis
-
Israel Bunuh Hampir 1.000 Warga Palestina Sejak Oktober
-
Lautan Manusia di Kota Bekasi Rayakan Tahun Baru Islam
-
Paspor Disita dan Alami Kekerasan, Kisah Pilu Pekerja Migran Indonesia di Malaysia