SuaraBekaci.id - Beredar kabar dugaan suap pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 18 Kota Bekasi. Kabarnya orang tua siswa bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah itu hanya dengan membayar sejumlah uang tanpa melalui proses seleksi.
Salah satu orang tua siswa, Doni (42) mengungkap dirinya menjadi salah satu orang tua siswa yang tergiur untuk memasukkan anaknya ke SMAN 18 meski harus mengeluarkan biaya hingga Rp10 juta.
“Total yang saya kasih masuk Rp10 juta,” kata Doni saat dikonfirmasi SuaraBekaci.id, Minggu (20/8).
Doni menceritakan, mulanya ia mendatangi SMAN 18 Kota Bekasi saat PPDB online segera berakhir. Saat itu dia bertemu dengan satpam SMAN 18 bernama Suhadi (63).
Kepada Doni, Suhadi memberitahu bahwa SMAN 18 masih menyediakan bangku kosong untuk siswa yang berminat masuk sekolah tersebut tapi dengan syarat membayar sejumlah uang.
“Saya sebelumnya tidak kenal Asep saya hanya kenal pak Suhadi, awalnya saya ke SMAN 18 secara langsung, di situlah saya ketemu pak Suhadi kemudian disampaikan (bisa masuk SMAN 18), ngobrol-ngobrol katanya masih bisa menampung,” tutur Doni.
Kata Doni, saat itu Suhadi menyebutkan nama seseorang bernama Asep. Nama tersebutlah kabarnya yang bakal bertanggung jawab untuk memastikan anaknya dapat diterima di SMAN 18 Kota Bekasi.
Dalam obrolan itu diketahui, ternyata tempat tinggal Doni dengan Asep tak berjarak jauh, bisa dikatakan masih bertetangga.
Asep diketahui merupakan staff Tata Usaha (TU) sekaligus Operator PPDB Online SMA Negeri 18 Kota Bekasi.
Baca Juga: Dihapus atau Tidak PPDB Zonasi akan Tetap Bermasalah di Pendidikan
Setelah memberikan sejumlah uang yang diminta, Doni kemudian bertemu dengan Asep dan mengaskan bahwa anaknya bisa dipastikan masuk ke SMAN 18 Kota Bekasi.
“Saya sudah ketemu Asep beberapa kali saya sampaikan saya orang sini (tetangga Asep) bagaimana anak saya, ‘oh aman’ katanya,” ujar Doni menirukan perkataan Asep.
Setelah itu, Doni juga dijanjikan untuk diadakannya pertemuan dengan pihak sekolah pada bulan Juli 2023. Namun, sampai saat ini pertemuan itu tak kunjung terwujud. Parahnya, Asep justru menghilang dan tidak lagi terdengar kabarnya.
“Hari Sabtu (bulan Juli 2023) katanya mau ada pertemuan dengan sekolah. Nah saya WA dia (Asep), (balasan Asep) dia WA ke saya informasi dari ibu belum bisa hari ini, tapi tidak menjelaskan ibu itu siapa,” ujarnya.
Sebelumnya, kabar dugaan kecurangan PPDB online di SMAN 18 tercuat saat Suhadi (63) dipecat dari pekerjaan secara tidak hormat. Ia adalah satpam SMAN 18 Kota Bekasi.
Ia dipecat setelah sejumlah orang tua calon siswa menyambangi SMAN 18 Kota Bekasi. Mereka diketahui telah mengeluarkan sejumlah uang agar anaknya dapat mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.
Berita Terkait
-
Dihapus atau Tidak PPDB Zonasi akan Tetap Bermasalah di Pendidikan
-
Diduga Terima Uang Ratusan Juta Rupiah Hasil Sogokan PPDB Online Bekasi, Koordinator Dapodik Wilayah III Jabar Hilang
-
Breaking News! Patgulipat PPDB Online Bekasi, Suhadi Beberkan 1 Siswa Bayar Rp7 Juta
-
Demo Soal Sistem Zonasi dan PPDB, Pelajar dan Orangtua Murid Geruduk Kemendikbudristek
-
Jokowi Sebut Pemerintah Tengah Pertimbangkan Hapus Sistem Zonasi PPDB
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru untuk Perkuat Solusi Investasi Nasabah
-
Kronologi Ibu di Pondok Pinang Ditarik hingga Pakaian Dalam Putus
-
Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret
-
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Ada Apa?
-
Aktif Jemput Bola Transaksi Warga, Kiprah BRILink Agen Ria Irawan Topang Roda Ekonomi