SuaraBekaci.id - Belum lama ini viral di sosial media, sebuah video siswi SD asal Bantar Gebang, Kota Bekasi bernama Key, yang membacakan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam video itu, Key mengabarkan bahwa di wilayahnya tinggal yakni Bantar Gebang, ada banyak mimpi pelajar yang tertimbun sampah. Mereka terancam putus sekolah karena tidak memiliki biaya dan kenalan pejabat.
“Pak Presiden, kawanku terancam enggak bisa melanjuti sekolah karena untuk bisa tetap sekolah harus punya uang atau kenalan pejabat,” kata Key yang dikutip SuaraBekaci.id , Rabu (26/7).
“Apa Pak Presiden mau ke sini Pak, ke Bantar Gebang nanti aku tunjuki ada ribuan mimpi pelajar di sini yang tertimbun sampah,” ucapnya.
Faktanya, video surat terbuka dari Key untuk Jokowi itu menyimpan harapan besar dalam dunia pendidikan, utamanya di Bantar Gebang.
Agus Hadi Prasetyo (50) adalah pria di balik surat terbuka itu, dia yang menulis isi surat terbuka kepada Jokowi yang kemudian dibacakan oleh Key. Agus juga merupakan ayah kandung dari Key.
Ditemui di kediamannya, di wilayah Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Agus menceritakan bahwa latar belakang pembuatan video itu adalah murni berangkat dari nurani yang merasa prihatin melihat carut marutnya dunia pendidikan terutama di Bantar Gebang, Kota Bekasi.
“Latar belakangnya ya prihatin aja melihat carut marut penerimaan pendaftaran peserta didik baru,” kata Agus, kepada SuaraBekaci.id
Dirinya yang telah aktif menjadi aktivis pendidikan lebih dari 7 tahun itu mengatakan bahwa kerap mendapatkan informasi dari masyarakat yang mengeluhkan soal sistem pendidikan di Bantar Gebang.
Baca Juga: Ironi Sekolah di Indonesia: Pendidikan Gratis tapi Biaya Seragamnya Mahal
“Iya dari tetangga-tetangga sekitar sini, (melaporkan) ijazah yang tertahan, sulit masuk ke sekolah karena sistem zonasi, apalah segala macem,” ucapnya.
Bahkan yang lebih ekstrem dari itu, Agus mengatakan pernah mendapati temuan dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum di salah satu sekolah yang ada di Bantar Gebang.
“Yang kita baru dapetin ini ajalah kisaran Rp2,5 jut - Rp3 juta mereka harus siapkan uang. Itu dari SD mau masuk ke SMP,” ungkapnya.
Fakta-fakta memprihatinkan itu lah yang membuat hatinya tergerak untuk membuat surat terbuka kepada orang nomor satu di Indonesia itu.
Agus berharap, melalui video itu ada suatu perubahan yang lebih baik dalam dunia pendidikan terutama di Bantar Gebang.
“Jadi kalau dibilang melaporkan terlalu ekstream banget ya, ini kan bentuk keprihatinan kita, bentuk sumbangsih kita terhadap negara. Kita mau ada pembenahan di dunia pendidikan di negara in, kalau bisa malah seluruh pendidikan di negara ini gratis,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Pengakuan Ibu RT Tentang Diah Risti Kusuma Putri: Keluarganya Terpandang dan Masa Kecilnya Terjamin
-
Ironi Sekolah di Indonesia: Pendidikan Gratis tapi Biaya Seragamnya Mahal
-
Pria Ini Gagal Mancing Gara-Gara Ular Piton, Warganet Berikan Komentar Absurd
-
Nostalgia Anies Baswedan dan Susi Pudjiastuti, Dua Mantan Menteri Jokowi yang Jabatannya Tak Berlanjut Meski Populer
-
Pria Ini Menangis Bertemu Ayahnya yang Masih Pakai Seragam Ojol, Ini Alasannya
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Kisah Kursumawati, Agen BRILink yang Bawa Literasi Keuangan Lebih Dekat ke Masyarakat
-
Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Grand Wisata Bekasi
-
Peneror Bom SDN Srengseng Sawah Sudah Berulang Kali Beraksi, Ini Motifnya
-
Dentuman Keras di Langit Jawa, Ini Penjelasan Ilmiah BRIN
-
Siap-siap! Bansos PKH dan BPNT Triwulan Ketiga Cair 20 Juli 2026