SuaraBekaci.id - Ngadenin (63) tidak bisa berbuat banyak saat akses jalan rumahnya di Jalan Jatiwaringin RT 03 RW 04, Jati Cempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi, ditutup hotel sejak tiga tahun lalu.
Awalnya, ia tidak mendapat informasi bahwa akses jalan menuju rumahnya akan terdampak akibat pembangunan hotel tersebut.
“Tidak ada (pemberitahuan bakal ditutup), pokoknya langsung dibangun gitu aja,” kata Ngadenin.
Ngadenin beberkan awal membeli lahan dan membangun rumahnya, si pemilik lahan menyebut bahwa akses jalan itu berstatus tanah waqaf.
Namun, 10 tahun kemudian setelah membangun rumah di sana, ia mendapat informasi bahwa akses jalan sudah dimiliki pihak hotel.
"Saya beli di sini awalnya ada jalan, katanya sudah diwakafkan, tapi akhirnya dijual semua ke hotel sama jalannya saya enggak tahu," jelasnya.
Berulang kali Ngadenin berupaya untuk berkomunikasi dengan pemilik hotel, namun tak pernah ada solusi. Bahkan, dirinya sempat diminta untuk membeli helikopter untuk akses masuk ke rumahnya.
“Bener gak ada solusi sama sekali, saya pernah nanya bagaimana pak kalau saya pengen pulang ke rumah? ‘Ya harus beli helikopter dulu’ (kata pemilik hotel),” ujarnya.
Ngadenin mengaku, jawaban pemilik hotel saat itu membuat dia merasa sakit hati. Namun, ia masih berbaik sangka untuk bersabar menunggu kesadaran pihak hotel.
Baca Juga: Kondisi Miris Rumah Lansia di Bekasi, Tertutup Tembok Hotel hingga Akses Jalan Harus Lewat Got
“Sakit mba itu kita digituin. Tapi, ya namanya kita orang kecil begini yaudah diem aja. Sampai bagaimana barangkali besok saya tunggu-tunggu kesadarannya, sampai sekarang gak ada kesadarannya. Sampai meninggal (pemilik hotel) gak ada kesadarannya,” tutur Ngadenin.
Meski kini pemilik hotel telah meninggal dunia, Ngadenin terus berupaya untuk membangun komunikasi dengan istri alhamarhum. Walaupun, sampai saat ini juga dirinya belum menemui titik terang atas permasalahan tersebut.
“Dari dulu setelah meninggal pak Haji itu, istrinya juga selalu tidak di respon, malah pernah nyangkal ’kalau ketemu saya, ada apa?’ (Kata istri pemilik hotel). Tapi yaudah, saya tetep pesen sama karyawannya saya mau ketemu langsung sama bu Haji, saya pengennya yang terbaik,” ucapnya.
Diketahui, bangunan hotel setinggi 15 meter bukan hanya mengungkung rumah Ngadenin, tapi juga satu tetangganya. Ada dua rumah yang saat ini tidak layak huni di wilayah itu.
Sebab, akses masuk satu-satunya menuju dua rumah itu hanya bisa melalui sebuah saluran atau got selebar dua meter yang sudah tercemar limbah, dan dipenuhi batu, sampah, juga pecahan kaca.
Kini, Ngadenin dan sang istri tinggal di Warung Sate Solo Pak Dadi di Jalan Anugerah Raya Jatiwaringin yang letaknya sekitar 100 meter dari rumahnya.
Berita Terkait
-
Cerita Ngadenin Dipaksa Jual Rumah ke Pemilik Hotel di Bekasi, Diancam hingga Ditawar dengan Harga Murah
-
Kondisi Miris Rumah Lansia di Bekasi, Tertutup Tembok Hotel hingga Akses Jalan Harus Lewat Got
-
Viral! Ngaku Jadi Intel, Bandit di Bekasi Bawa Kabur Motor Pedagang Kangkung
-
Stadion Pakansari Akan Direnovasi, Persikabo 1973 Sewa Stadion Wibawa Mukti Per Pertandingan
-
Rilis Lagu Saat Denny Caknan Menikah, Happy Asmara Jawab Tudingan Manfaatkan Momen
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi