SuaraBekaci.id - Polres Metro Bekasi Kota belum menerapkan tilang manual bagi pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Sejauh ini, polisi hanya memberikan himbauan bagi pengendara yang ditemukan melakukan pelanggaran lalu lintas.
“Hingga saat ini masih berupa himbauan, artinya anggota yang di lapangan masih belum diberikan secara langsung tilang untuk memberlakukan tilang di tempat tersebut,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Dani Hamdani, Sabtu (20/5).
Dani menyebut, pihaknya akan memberlakukan tilang manual jika sudah mendapat arahan dari Mabes Polri dan Polda. Adapun surat tilang saat ini sudah dipegang oleh unit Satuan Lantas (Satlantas) Polres Metro Bekasi.
“Di Satlantas sebenarnya sudah ada surat tilang tinggal bagaimana penggunaannya kapan itu yang masih kita lakukan pengawasan secara detil,” ujarnya.
Dani pun mewanti-wanti pemberlakuan kembali tilang manual ini jangan sampai dimanfaatkan oleh anggotanya. Maka dari itu kata Dani, sembari menunggu arahan dari pimpinan, pihaknya saat ini tengah membangun komunikasi dengan Pemerintah Kota Bekasi terkait antisipasi pungli dari penerapan tilang manual.
“Sekarang kami lagi narik CCTV yang ada di Pemkot dijadikan satu dengan yang di Polres, tujuannya sebagai sarana kontrol juga dari Polres dengan adanya sekian ratus CCTV yang ada di wilayah Bekasi, untuk mengawasi tidak hanya para pelanggar tapi juga bagaiman kegiatan yang dilakukan oleh pihak kepolisian di lapangan,” jelasnya.
Selain itu dirinya juga memastikan setiap anggotanya hendak bertugas, mereka telah diberikan APP (acara arahan pimpinan). Sehingga para anggota mengetahui apa yang harus dan tidak boleh dilakukan selama turun ke lapangan.
Terpisah, pemberlakukan kembali tilang manual ternyata membawa pro kontra di kalangan msayarakat Kota Bekasi. Namun dari dua kelompok tersebut, keduanya merasakan keresahan yang sama yaitu terkait adanya pungli dari oknum kelolisian.
Salah satu pengendara mobil di Kota Bekasi, Naufal (24) mengaku tidak setuju dengan diberlakukannya kembali tilang manual untuk ketertiban lalu lintas. Sebab menurutnya, hal tersebut sering dimanfaatkan oknum kepolisian untuk meraup keuntungan.
Baca Juga: Tilang Manual Kembali Berlaku, Warga Bekasi: Jangan Jadi Sarana Buat Oknum Polisi Pungli
“Kalau tilang manual kurang setuju, karna banyak polisi yang berkelakuan khusus alias banyak yang nyari keuntungan kalo tilang manual di berlakukan lagi,” kata Naufal kepada SuaraBekaci.id, Sabtu (20/5).
Menurutnya, meskipun seandainya pemberlakuan tilang elektronik lebih mempersulit pengendara. Namun, tilang elektronik kata Naufal nampaknya akan lebih efektif, dan jelas terkait kesalahan yang dilakukan pengendara.
“Sesuatu yang baru awalnya emang ribet, nanti juga lama kelamaan jadi mudah karna sudah jadi pembiasaan,” ujarnya.
Hal berbeda diungkap salah satu pengguna sepeda motor, Cartono (30) mengaku mendukung penerapan tilang manual yang akan kembali diberlakukan. Namun sama seperti Naufal, dirinya mimiliki rasa khawatir terkait adanya oknum kepolisian yang memanfaatkan situasi tersebut.
“Ya kalau pun nilang mudah-mudahan polisinya bener, jangan yang oknum lah. Kan buat nertibin jalan nih, ya jangan jadi oknum,” kata Cartono.
Ia berani mengatakan hal tersebut, karena sebelumnya pernah mengalami pengalaman ditilang salah satu oknum kepolisian. Saat itu dirinya dimintai uang Rp50 ribu.
Berita Terkait
-
Tilang Manual Kembali Berlaku, Warga Bekasi: Jangan Jadi Sarana Buat Oknum Polisi Pungli
-
Tilang Manual akan Berlaku Kembali di Wilayah Jawa Barat? Warganet: Butuh Makan Siang
-
Jadi Sasaran Tilang Manual, Ini 12 Pelanggaran yang Harus Diketahui Beserta Dendanya
-
Polri Keluarkan Aturan Baru Tilang Manual, Berikut Daftar Sasaran Pelanggarannya
-
Simak! Hanya Polisi Bersertifikat Yang Boleh Lakukan Tilang Manual Di Kawasan Tak Tercakup E-TLE
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Aksi Ekstrem Jambret Pakai Kawasaki Ninja, Rampas HP Pakai Dua Tangan
-
BRI Dorong Penyuluh Antikorupsi Jadi Teladan Integritas di Tempat Kerja
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata
-
BRI Kembali Dukung Atlet Nasional, Semangati Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026