SuaraBekaci.id - Kasus sekeluarga keracunan di Bekasi masuki babak baru. Fakta terungkap kasus 5 orang keracunan di Bantar Gebang, Kota Bekasi ternyata bagian dari aksi keji pembunuhan berantai Wowon (60) bersama dua rekannya.
Menurut keterangan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, korban sekeluarga yang ditemukan tak sadarkan diri karena keracunan di Bekasi pada Kamis 12 Januari 2023 merupakan aksi pembunuhan Wowon cs.
"Dari fakta awal ditemukan fakta bahwa narasi yang dikembangkan bahwa ketiga korban mati keracunan itu tidak benar. Tapi itu adalah pembunuhan," kata Irjen Fadil Imran dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/1/2023).
Ditambahkan Fadil, ada fakta baru bahwa saat tim kepolisian melakukan penyelidikan ke Cianjur, tempat tinggal Wowon bersama tim kedokteran forensik dan Apsifor Labfor ditemukan tiga lubang yang berisi korban Wowon lainnya.
"Ada 3 lubang, pertama berisi kerangka anak kecil berusia 2 tahun di halaman rumah Solihin. Lubang kedua ada 2 kerangka, diduga N, perlu diperiksa DNA. Ada yang sudah meninggal dua tahun, ada yang baru 2 bulan. Ada kerangka tulang diduga bernama Fadilah. Kami memastikan dari identitas bukan hanya dari pengakuan tersangka," jelas Fadil.
Total korban aksi keji Wowon cs ini adalah 3 orang di Bekasi, 4 orang di Cianjur, dan 1 korban lainnya dibuang ke laut.
"Jumlah korban 3 orang meninggal di Bekasi, 1 korban selamat di Bekasi patut diduga terlibat setelah keluar kita sidik dan bisa jadi tersangka. Di Cianjur ada 4 korban, 1 kerangka lagi sedang dicari. Di Garut, sempat dikubur lalu dibuang ke laut," jelas Fadil.
Motif Wowon Lakukan Pembunuhan Berantai
Terkait motif Wowon cs melakukan pembunuhan berantai di Bekasi dan Cianjur menurut penjelasan Fadil ialah iming-iming jadi kaya lewat cara cepat.
Baca Juga: Aki Wowon Racuni Sekeluarga di Bekasi Pakai Pestisida, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana?
"Korban meninggal dunia di Bekasi ini dibunuh karena para tersangka ini diketahui melakukan tindak pidana lain. Apa tindak pidana lain itu, mereka melakukan serangkaian pembunuhan atau biasa disebut serial killer dengan motif janji-janji yang dikemas dengan kemampuan supranatural untuk membuat orang menjadi sukses atau kaya,"
"Mereka melakukan serangkaian pembunuhan atau serial killer dengan motif janji-janji dikemas suprnatural untuk sukses atau kaya. Keluarga dekat dianggap berbahaya," jelas Fadil.
Para tersangka ini melakukan penipuan, memberikan janji serta motivasi untuk korban bisa meraih kesuksesan hidup. Setelah korban terperdaya, korban menyerahkan harta benda lalu dibunuh, termasuk para saksi yang mengetahui.
"Ketiga tersangka, Dulah dan Aki Wowon adalah partner in crime, antara pelaku dan korban ada keterkaitan satu dengan yang lain. Dulah, Solihin dan Aki Wowon menceritakan dirinya bisa membuat orang menjadi kaya,"
Aki Wowon yang kemudian mencari korban. Setelah korban sudah menyerahkan uang, ia kemudian memberitahukan kepada Dulah untuk kemudian dibunuh.
"Aki lapor ke Dulah, Dulah lalu eksekusi kasih minum racun. Orang yang mengetahui praktik mereka juga dikasih racun," kata Fadil.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Tewasnya Satu Keluarga di Bantargebang 'Serial Killer', Pelaku Modus Bisa Bikin Kaya Lalu Bunuh Korbannya
-
Aki Wowon Racuni Sekeluarga di Bekasi Pakai Pestisida, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana?
-
Polisi: Kasus Sekeluarga Keracunan di Bekasi Mengarah pada Pembunuhan Berencana
-
Tewasnya Satu Keluarga di Bantargebang Bukan Keracunan, Kapolda Metro Jaya: Itu Pembunuhan!
-
Polisi Sebut Kasus Keracunan Satu Keluarga di Bekasi sebagai Pembunuhan Berencana
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
28 KA di Jawa Batal Berangkat Akibat Banjir Jakarta dan Pantura
-
Polisi Bandung Patroli Sambil 'Jepret' Pelanggar Pakai ETLE Genggam
-
7 Fakta Viral Keluarga Miskin Pinjam Beras dan Garam untuk Makan
-
Polisi Bongkar Alasan Pelaku Bunuh Teman Sendiri di Pemakaman Bekasi
-
Momen Gibran Main Sepak Bola di Wamena Papua, Cetak Tiga Gol