"Ada yang di edisi sebelumnya masih sekolah/ kuliah, kini sudah bekerja. Ada yang di 2014/2018 masih single, kini sudah berkeluarga. Ada yang dulunya masih bisa menikmati turnamen bersama teman, kini harus tinggal jauh dari mereka." sambungnya.
Ia lalu meyebut bahwa kondisi tersebut membuat pencinta Piala Dunia saat ini memiliki pergeseran prioritas dan tanggung jawab sehingga event empat tahunan tersebut tidak lagi menjadi hal yang dinanti.
Untuk alasan kedua, akun itu lalu menyinggung soal perubahan gaya hidup masyarakat seiring dengan kemajuan teknologi.
"Kedua, ini mungkin dialami oleh banyak orang, yaitu perubahan perilaku dan gaya hidup (termasuk di dalamnya cara kita menikmati sepak bola) ke arah digital."
"Dengan berkembangnya teknologi, khususnya internet dan smartphone, kita bisa lebih leluasa mengakses informasi. Secara kita sadari atau tidak, topik informasi yang dijejali ke kita via smartphone dibentuk berdasarkan kebiasaan kita berinteraksi di internet," sambungnya.
Yang menarik, akun @PramuajiAjay kemudian menyebut bahwa topik Piala Dunia tahun ini juga tenggelam di arus pemberitaan kalah dengan topik-topik lain yang sekarang diperhatikan masyarakat.
"Segala informasi dan konten dengan topik Piala Dunia tahun ini tenggelam dengan topik lain yang lebih sering dicari, misal: club football, KPop/ KDrama, kasus yang melibatkan "oknum," berita selebriti, dll," cuitnya.
Jelang Piala Dunia 2022, publik di Indonesia faktanya memang disuguhkan dengan banyak informasi di luar event empat tahunan tersebut.
Mulai dari kasus Ferdy Sambo yang menjadi headline di setiap media elektronik dan online. Lalu ada juga kasus Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang pasca laga Arema vs Persebaya pada 1 Oktober lalu.
Baca Juga: Resmi! Inilah Skuad Timnas Jerman yang Akan Tampil di Piala Dunia 2022: Der Panzer Siap Rajai Grup E
"Jadi, menurut saya, pada dasarnya bukan Piala Dunia-nya yang "sepi," tapi karena ada sejumlah perubahan dan perbedaan yang menggeser pola upaya kita untuk mengikuti dan menikmati Piala Dunia tahun ini," tutupnya.
Berita Terkait
-
Resmi! Inilah Skuad Timnas Jerman yang Akan Tampil di Piala Dunia 2022: Der Panzer Siap Rajai Grup E
-
Terbukti Keyakinan Pelatih Valencia Gennaro Gattuso, Edinson Cavani Masih Jadi Andalan Uruguay di Piala Dunia 2022
-
The Panturas Tepok Jidat Hingga Kritik Pedas Puan Maharani yang Pilih ke Itaewon Saat 40 Hari Tragedi Kanjuruhan
-
Puan Maharani Dihujani Kritik usai Pilih ke Itaewon Dibanding Tragedi Kanjuruhan
-
Anti Gerah, Stadion Piala Dunia 2022 Bakal Full AC
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Motor Dicuri, Driver Ojol Tak Menyangka Polisi Lakukan Hal Ini
-
Meikarta Jadi Hunian Rakyat, Lippo Group Segera Serahkan Lahan ke Negara
-
Modal Pistol Korek Api, Mahasiswa di Bekasi Nekat Rampok Minimarket Rp12 Juta
-
Geger Pelecehan Seksual Terhadap Anjing di Pet Shop Penjaringan
-
Kekeringan Melanda Bekasi: Ini Cara Warga Dapatkan Bantuan Air Bersih Gratis