SuaraBekaci.id - Najwa Shihab dalam kanal Youtube miliknya di acara Musyawarah Narasi kasih pernyataan pedas terkait Tragedi Kanjuruhan. Jurnalis senior itu menyebut bahwa pemangku kepentingan sepak bola Indonesia bisa-bisanya lepas tanggung jawab atas tragedi yang tewaskan 132 orang tersebut.
"Udah putus urat malu. Mana empati terhadap korban yang meninggal, itu yang harusnya kita tuntut. Dan makanya menurut aku wajar banyak orang yang menyuarakan agar pengurus PSSI mundur," kata Najwa Shihab.
Menurut Najwa, publik menuntut tanggung jawab dari para pemangku kepentingan sepak bola nasional dalam hal ini PSSI dan PT LIB pasca tragedi memilukan di 1 Oktober 2022.
"Publik ingin melihat bentuk tanggung jawab mereka, bukannya malah lepas tangan dan mengatakan itu bukan urusan kita," tambah Najwa.
Kegeraman Najwa Shihab terhadap pemangku kebijakan sepak bola nasional mungkin juga menjadi suara dari para suporter bola, utamanya para korban tragedi Kanjuruhan.
Pasca tragedi Kanjuruhan, publik memang dibuat tak habis pikir dengan pernyataan yang dikeluarkan PSSI, PT LIB hingga pemegang hak siar Liga 1 2022-23.
Terbaru, salah satu Exco PSSI yang juga mantan tim sukses Mochamad Iriawan alias Iwan Bule sebagai calon ketum PSSI, Sonhadji mengatakan bahwa apa yang terjadi di Stasiun Kanjuruhan pasca laga Arema vs Persebaya merupakan kehendak Tuhan.
"Tentunya ini di luar kehendak kita semua, jadi tidak ada yang ke dalam bagaimana, ini maksudnya ya kehendak Allah lah," kata Sonhadji mengutip dari Suara.com
Pernyataan Sonhadji ini menambah kegeraman publik. Sebelumnya Ketua Umum PSSI, Iwan Bule juga mengatakan bahwa tragedi Kanjuruhan tidak serta merta bisa dikaitkan kepada dirinya atau PSSI melainkan Panpel.
Baca Juga: Resmi Jadwal BRI Liga 1 Persib Bandung Vs Persija Jakarta
Menurut Iwan Bule berdasarkan aturan, apa yang terjadi di Kanjuruhan jadi tanggung jawab Panpel dan tidak bisa dikaitkan dengan PSSI.
Terkait hal itu, Najwa Shihab bahwa pernyataan soal tanggung jawab panpel juga bisa ditujukan kepada PSSI sebagai pembuat kebijakan.
"Jika kita bicara policy atau kebijakan, itu tidak bisa dibebankan kepada panitia pelaksana yang ditujuk klub, mereka adala hirarkri terbawah dari jenjang pertanggungjawaban dan pelaksanaan sepak bola di suata negara," ucapnya.
Kebijakan pertandingan di Malam Hari
Lempar tanggung jawab juga dilakukan pihak PT LIB dan pemilik hak siar Liga 1 2022-23 terkait jadwal pertandingan Arema vs Persebaya yang dilalukan malam hari.
Pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator menyebut bahwa jadwal malam adalah permintaan dari pihak brodcaster yakni Indosiar.
Tag
Berita Terkait
-
Resmi Jadwal BRI Liga 1 Persib Bandung Vs Persija Jakarta
-
Exco PSSI Soal Shin Tae-yong Bela Iwan Bule: Bentuk Solidaritas
-
Tim Gabungan Pimpinan Mahfud MD Buka Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan Hari Ini
-
Sebelum Meninggal, Muncul Tanda-tanda Asfiksia pada Korban Tragedi Kanjuruhan
-
Korban Tragedi Kanjuruhan Tembus 754 Orang
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
450 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Dibawa ke Bantar Gebang Bekasi
-
Polda Metro Jaya Lanjutkan 'Interogasi' Dr. Richard Lee dari Pertanyaan ke-74
-
BRI dan Kemenpora Bekali Atlet SEA Games 2025 dengan Literasi Keuangan untuk Masa Depan
-
Apresiasi Prestasi Indonesia Raih Posisi Runner-Up SEA Games 2025, BRI Salurkan Bonus Atlet Nasional
-
Ini Alasan Polda Metro Jaya Tidak Tahan dr Richard Lee