SuaraBekaci.id - Mantan ketua umum PSSI periode 1999-2003, Agum Gumelar kembali gaungkan tiga tabu di kompetisi sepak bola nasional pasca tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang dan ratusan orang lainnya luka-luka pada 1 Oktober 2022.
Menurut Agum, tiga tabu itu ialah slogan yang ia gaungkan saat maju sebagai ketua umum PSSI. Kata Agum jika tiga tabu itu dijalankan, kompetisi sepak bola akan berjalan pada trek yang benar.
"Jika 3 Tabu itu dilaksanakan, saya yakin kompetisi akan berjalan baik dan benar dan pasti akan enak ditonton serta dinikmati," kata Agum mengutip dari laman resmi PSSI.
Tiga tabu yang dimaksud Agum ialah, pertama, pemain tidak berkelahi di lapangan apapun alasannya. Kedua tidak boleh memprotes wasit dengan berlebihan.
Ada mekanisme untuk memprotes pengadil lapangan itu. Ketiga, tidak boleh terlibat suap.
Tiga tabu yang disuarakan oleh Agum selama ini menjadi salah satu sorotan publik di sepak bola nasional. Soal dugaan suap di sepak bola nasional kerap muncul dan jadi pembahasan publik.
Sementara itu, Perwakilan FIFA yakni Niko Nhouvannasak yang notabene sebagai FIFA Development Project Coordinator pada Senin (10/10) mengunjungi kantor PSSI, GBK Arena, Jakarta.
Pada kesempatan itu, Niko melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Wakil Ketua Umum Iwan Budianto, Sekjen Yunus Nusi, dan Wasekjen Maaike Ira Puspita.
"Kami menyambut baik dan mengapresiasi kedatangan FIFA pada hari ini di kantor PSSI. FIFA menyatakan bahwa akan terus melakukan pendampingan dan memberikan dukungan terbesar kepada PSSI setelah insiden tersebut," kata Iriawan.
Baca Juga: FIFA Tiba di Indonesia, Bertemu PSSI dan Iwan Bule, Ini yang Dibahas
"Langkah-langkah nyata dan solusi terbaik kedepan menjadi topik pembahasan pada rapat hari ini. Rapat ini merupakan rapat awal yang akan diikuti oleh serangkaian kegitan pendampingan oleh FIFA untuk meningkatkan perkembangan sepak bola di Indonesia," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
FIFA Tiba di Indonesia, Bertemu PSSI dan Iwan Bule, Ini yang Dibahas
-
Publik Desak Mundur, Iwan Bule Didukung Eks Danjen Kopasuss: Dia Tidak Boleh Mundur!
-
Kapolda Jatim Dicopot, Ajudan Jokowi Naik Jadi Jenderal
-
Cegah Tragedi Kanjuruhan Terulang, Bakal Ada SOP Baru Penggunaan Stadion Wibawa Mukti
-
Terpopuler: Tersangka Tragedi Kanjuruhan Minta Keadilan, Istilah 'Nasdrun' Dinilai Merusak Demokrasi
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia