Hasil imbang 1-1 kedua negara membuat Timnas Indonesia U-19 tersingkir di babak fase grup. Tidak hanya Thailand yang terhenti di semifinal, Vietnam pun alami nasib serupa, dikandaskan oleh Malaysia.
Perkembangan yang bisa menjadi batu sandungan untuk Timnas Indonesia di masa depan. Lantas seperti apa perkembangan sepak bola Laos itu sendiri?
Menilik dari sejarahnya, federasi sepak bola Laos baru berdiri pada 1951. Akan tetapi sejak 1951, sepak bola Laos mirip dengan negara-negara berkembang lainnya, berjalan di tempat bahkan terkesan terus alami kemunduran.
Masalah match fixing menjadi penyebabnya. Sama seperti Vietnam di awal kebangkitan sepak bola mereka, kompetisi lokal di Laos dihadapkan pada masalah pengaturan skor.
Pada 2017, AFC menyelidik timnas Laos serta klub Lao Toyota FC terkait pengaturan skor. Kasus ini diselidiki AFC sejak 2014.
Meski masih dihadapkan pada masalah klasik pengaturan skor, PSSI-nya Laos, LFF tetap berusaha untuk membuat sepak bola di negara mereka berkembang.
Setidaknya mereka berupaya untuk bisa membangun generasi baru di tim nasional mereka, hal ini yang mungkin terlihat di skuat Laos U-19 di Piala AFF U-19 2022.
Pada 2014 misalnya, LFF menjalin kerjasama dengan klub Liga Inggris, Chelsea. Kerjasama itu dalam bentuk pembentukan pemain muda.
Saat itu ada 180 anak dari 17 sekolah di Laos yang mendapat kepelatihan dari Chelsea yang diwakili oleh Steve Winnett.
Baca Juga: Pelatih Timnas U-17 Indonesia : Saat Malaysia Membuat Gol Ketiga Kami Semakin Down
Anak-anak itu mendapat program sepak bola di Stadion Chao Anou, di kota Vientiane. Kerjasama ini diharapkan bisa memunculkan bibit pemain muda Laos.
Tidak hanya dengan Chelsea, LFF pada 2017 juga menjalin kerjasamsa dengan federasi sepak bola Jepang, JFA untuk program pemain muda. Program ini berkelanjutan untuk membangun sepak bola Laos.
Efek dari kerjasama ini, sejumlah akademi sepak bola muncul di Laos. Salah satunya, BEARS Laos Football Academy. Akademi sepak bola ini berada di bawah naungan komunitas sepak bola Tokyo.
Tag
Berita Terkait
-
Pelatih Timnas U-17 Indonesia : Saat Malaysia Membuat Gol Ketiga Kami Semakin Down
-
Timnas Indonesia U-17 Dibantai Malaysia hingga Gagal Lolos ke Piala Asia, Ini Pembelaan Bima Sakti untuk Pemain
-
Diserang Warganet Seusai Kalah 1-5 dari Malaysia, Timnas U-17 Diharap Tetap Tegar
-
Kegagalan Timnas Indonesia U-17 ke Piala Asia Jadi Nyinyiran Media Asing: Kalah Memalukan!
-
Timnas U-17 Indonesia Kalah Telak 1-5 Lawan Malaysia, Bima Sakti Mengaku Salah
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bukan Sekadar Event, Ini Cara Specteve Membuktikan Bekasi Punya Identitas Kultural
-
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Eksploitasi Anak
-
Kemendagri Percepat Dokumen Kependudukan Keluarga Korban Kecelakaan KRL
-
Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati Belum Ditahan, KPAI: Pelaku Harus Dihukum Berat!
-
130 Sekolah Dasar di Kabupaten Ini Tidak Punya Kepala Sekolah