SuaraBekaci.id - Setiap hari, masyarakat datang ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, untuk tabur bunga dan mendoakan korban peristiwa yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022), malam.
Peristiwa pada Sabtu malam usai pertandingan Arema FC vs Persebaya mengakibatkan 131 orang meninggal dunia dan sedikitnya 300 orang dirawat di rumah sakit.
Kasus itu sekarang sedang diinvestigasi tim gabungan independen pencari fakta yang dibentuk pemerintah.
Seorang suporter bernama Dirham (17) berkata salah seorang rekannya meninggal dunia dalam peristiwa Sabtu malam.
“Saya bersama teman-teman datang ke sini, ada satu teman yang meninggal. Ini kami doa bersama untuk dia, dan semua korban yang meninggal dalam peristiwa itu,” kata Dirham dalam laporan Beritajatim, hari ini.
Dirham mengatakan bahwa dia akan selalu mengingat peristiwa itu.
Dia berkata, pada malam itu, dia tidak pernah menyangka polisi akan menembakkan gas air mata ke arah tribun di gate 13 yang masih dipenuhi suporter. Gas air mata kemudian membuat kepanikan luar biasa.
“Saya tidak mengira kalau mau menembak ke atas (ke arah tribun). Saya kira mau menembak (gas air mata) ke bawah (area sentel ban). Ya akhirnya sama teman-teman berpencar, menyelamatkan diri,” katanya.
Menurut dia, usai pertandingan, suporter pendukung Arema FC masuk ke lapangan hanya untuk memeluk pemain dan menanyakan kenapa bisa kalah dari Persebaya, bukan untuk menyerang pemain Persebaya.
Baca Juga: Polri Sampaikan Perkembangan Investigasi Peristiwa di Stadion Kanjuruhan
“Saya pikir saat itu nggak rusuh, suporter ini ingin memeluk pemain. Mungkin aparatnya salah sangka,” kata Dirham.
Dia menyesalkan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap suporter, merujuk pada video oknum menendang suporter.
“Terus memiliki kemanusiaanlah sedikit, kan ada di video (beredar) yang jalan biasa terus ditendang, dipukul itu seperti nggak ada harga dirinya. Di tribun kondusif kenapa ditembak gas air mata, di tribun nggak ada yang ricuh, tapi justru ditembakin,” kata Dirham.
Dia berharap tim pencari fakta mengusut peristiwa itu sampai tuntas.
Seorang pedagang di ruko Stadion Kanjuruhan bernama Awang berkata “Sejak awal tragedi di stadion Kanjuruhan sampai sekarang itu masyarakat terus berdatangan untuk tabur bunga di bawah monumen singa tegar jawara.”
Dia menyebutkan rencananya doa bersama dan tahlilan akan dilaksanakan selama tujuh hari.
Berita Terkait
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arema FC Resmi Berpisah dengan Kiper asal Brasil
-
Jadi Ajang Seleksi Pemain Timnas Putri U-16, Arema FC Juara HSL Surabaya
-
Jangan Ditiru! Perayaan Liar Suporter Celtic Usai Juara, Bikin Hura Hara Serang Polisi
-
Arema FC Bidik Sapu Bersih Kemenangan di Dua Laga Terakhir BRI Super League 2025/2026
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Tragedi Maut Arak-arakan Sisingaan di Bekasi: 3 Kru Meninggal Tersengat Listrik
-
Kronologi Lengkap Pembunuhan WNA Korea di Bekasi: Disewa Rp139 Juta
-
Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional, Satu Orang Ditangkap?
-
Mantan Caleg DPRD Bekasi Otak Pembunuhan WNA Korea
-
Uang Umrah Rp12 Miliar Raib, Dirut Hanania Group Resmi Ditahan