- Gubernur DKI Jakarta memastikan operasional Transjabodetabek terus berlanjut meskipun terdapat keluhan minim halte penyangga.
- Pemerintah Provinsi DKI hanya bertanggung jawab pembangunan halte yang berada di wilayah administrasi Jakarta saja.
- Saat ini telah beroperasi delapan trayek dan akan segera dibuka rute baru Blok M – Bandara Soekarno Hatta.
SuaraBekaci.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan operasional Transjabodetabek akan terus berjalan, meski terdapat komplain tidak adanya halte di beberapa daerah penyangga Jakarta.
“Transjabodetabek ini tujuan utamanya adalah untuk memudahkan orang menggunakan transportasi umum. Sehingga, walaupun ada permasalahan halte, tetap ini kami lanjutkan,” kata Pramono di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (20/2).
Untuk ketersediaan halte di Jakarta, pihaknya akan bertanggung jawab untuk pembangunannya. Namun, hal itu tak bisa dilakukan untuk daerah-daerah di luar Jakarta.
“Problemnya adalah tidak semua daerah kemudian mau untuk membangun halte itu. Karena kami juga mendapatkan komplain tanpa menyebut daerahnya bahwa belum ada halte,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, sudah ada delapan trayek Transjabodetabek yang dijalankan, termasuk satu trayek yang baru diresmikan yakni Cawang-Cikarang.
Tak lama lagi, lanjut Pramono, Transjabodetabek juga akan meresmikan rute baru yakni Blok M - Bandara Soekarno Hatta.
Hal itu pun sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan.
Sebelumnya, Pramono sempat menyatakan bahwa dirinya ingin halte Transjabodetabek di luar Jakarta seperti Bogor, Sawangan dan Depok dibangun dengan baik.
Kendati demikian, Pramono mengaku tak bisa membangun itu semua sendirian. Ia menegaskan perlunya dukungan infrastruktur dari pemerintah daerah tujuan agar layanan berjalan optimal.
Baca Juga: Sengketa Lahan di Cikarang: Pemkab Bekasi Lawan Warga, Diduga Ada Mafia Tanah
“Yang di Depok itu, karena Depok kan bukan Provinsi DKI Jakarta. Harusnya haltenya ya jangan kemudian semuanya Jakarta yang menyiapkan,” katanya.
Menurut dia, meningkatnya animo masyarakat terhadap Transjabodetabek merupakan sinyal positif bagi pengembangan transportasi publik lintas wilayah.
Namun, kondisi tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana, khususnya di wilayah penyangga seperti Depok.
“Saya ikut berharap dan mendoakan mudah-mudahan untuk yang seperti itu, termasuk haltenya tentunya dibangun oleh pemerintah daerah setempat," lanjut Pramono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Berkat Inovasi Digital dan Layanan Nasabah, BRI Raih 36 Penghargaan di TBCCI 2026
-
4 Laporan Masuk, 1 Jadi Tersangka Kasus Asusila di Pesantren Bekasi
-
Operasi Sarang Narkoba di Bekasi: Komplotan 'Paman' dan 'Macan' Tak Berkutik
-
Kepergok Istri Sah di Rumah Sakit, Kedok Hakim Nikah Siri Akhirnya Terbongkar
-
Siswa 3 SD Terdampak Tol Japek Selatan Bakal Pindah ke Gedung Baru, Ini Lokasinya