SuaraBekaci.id - Kejadian tak mengenak dialami oleh para driver dan pengguna ojol online (ojol) di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Hal ini lantaran ada dugaan pungli sebesar Rp 1000 jika berada di area parkir stasiun.
Kejadian ini berlangsung sejak 29 Agustus 2022, serta ada spanduk bertuliskan 'bahwa khusus ojek online untuk masuk dan keluar melalui pintu ini di kenakan biaya Rp. 1.000'
Hal tersebut membuat para pengguna ojol harus berjalan kaki dari pintu masuk Stasiun Bekasi Timur hingga ke jalan raya.
Salah satu pengguna ojek online, Jaya (18) mengaku kesal atas peraturan baru tersebut. Dirinya menganggap bahwa kejadian tersebut adalah sebuah tindakan yang semena-mena.
"Menurut saya sih itu udah termasuk premanisme, kalau menurut saya ya," ucapnya.
Jaya menyebut sebelum ada peraturan tersebut, dirinya biasa di jemput di depan pintu keluar Stasiun Bekasi Timur.
"Biasanya di jemput di sini gratis, semenjak ada yang 1.000 itu jadi jalan ke depan," tambahnya.
Kondisi sama juga dialami pengguna ojol lainnya, Marina (26). Ia mengaku sangat keberatan dengan aturan tersebut karena merugikan pengguna KRL.
"Ya saya gasuka lah cape, yaa kan biasanya boleh masuk ojol itu,"ucap Marina.
Baca Juga: Bantah Ada Pungli Parkir di Stasiun Bekasi Timur, Ini Arahan PT KAI untuk Driver Ojol
Marina juga menjelaskan sebelum adanya biaya retribusi 1.000, ojol yang menjemput dirinya tetap di berikan karcis akan tetapi tidak ada biaya yang harus di keluarkan.
"Teruskan paling walaupun itu dia di kasih karcis tapi nanti keluarnya gratis," ucapnya.
Pengakuan juga disampaikan oleh pengemudi ojol yang tak mau disebutkan namanya. Driver berusia 30 tahun itu untuk mengatar penumpang saja waktu yang di butuhkan kurang dari 5 menit tidak akan dikenakan biaya.
Terdapat dua pintu masuk di Stasiun Bekasi Timur, jika para ojol masuk melalui pintu resmi biasanya ada beberapa petugas yang mengarahkan untuk masuk di pintu retribusi 1.000 tersebut.
"Kalau kita bilang kaya ngga resmi bang, soalnya kita pas awal-awal masuk pintu yang sana (resmi) kita kaya di halang-halangin," ungkapnya.
Dari kejadian tersebut juga menimbulkan banyak pertanyaan dari para pengguna ojol ke drivernya.
Berita Terkait
-
Bantah Ada Pungli Parkir di Stasiun Bekasi Timur, Ini Arahan PT KAI untuk Driver Ojol
-
Sudah Dibantah KAI, Ini Potret Stasiun Bekasi Timur yang Katanya Ada Pungli
-
Bantah Ada Pungli di Stasiun Bekasi Timur, Ini Penjelasan KAI Soal Tiket Rp1.000
-
SPBU Vivo Kehabisan Stok BBM, Se Indonesia Cuma Ada 18 Stasiun
-
Kiky Saputri Ingin Temani Prabowo Berjuang, Puluhan Calon Penumpang di Stasiun Tugu Batal Berangkat
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan