Korban pun bersikeras untuk tidak memberikan ponsel maupun menghapus rekamannya. Alhasil sekitar 15 anggota Satpol PP disebut melakukan kekerasan fisik bersama-sama kepadanya.
"Pergelangan tangan kiri dan kanan saya ditarik paksa, saya didorong menuju badan mobil dinas Sat PP. Di sana leher saya diketup oleh Aparat Sat PP," ujarnya menggambarkan seberapa mengerikannya kekerasan fisik yang diterima.
"Mereka mengangkat paksa kedua kaki saya, mencoba dengan kasar mengangkat tubuh saya menuju ke atas mobil Sat PP dan saya bertahan," sambungnya.
Kekerasan tidak berhenti sampai di sana. Lehernya terus diketup oleh petugas sehingga korban harus berteriak meminta tolong, apalagi karena ia mulai kesulitan bernapas.
"Ada warga yang membantu menarik saya keluar dari tindak kekerasan secara fisik, yang membuat beberapa anggota tubuh saya lebam. Saya merasakan leher dan perut yang begitu nyeri karena jumlah mereka banyak serta menyerang saya yang sendiri bertahan ditengah-tengah kepungan mereka saat itu," pungkasnya.
Korban juga terlihat mengunggah beberapa foto yang memperlihatkan lebam-lebam di sekujur tubuhnya. Ia juga tampak mengabadikan beberapa titik di sekitar mobil dinas Satpol PP yang menjadi tempat kejadian perkara.
Tanggapan Warganet
Penuturan korban jelas mendapat sorotan banyak warganet. Apalagi karena ia juga mengunggah peristiwa tersebut di Twitter-nya, hingga video-video terkait ikut diviralkan di beberapa platform seperti Instagram @kabarnegri.
Warganet mendesak agar korban mendapat keadilan dan jangan sampai masalah ini selesai hanya dengan permohonan maaf.
Baca Juga: Jangan Ditiru! Viral Penonton Bioskop Angkat Kaki ke Bangku, Warganet: Nggak Sopan
"Wajib diviralkan dan di up ini mah, endingnya jangan hanya sekedar minta maaf," kata warganet.
"Ruang public, semua boleh merekam kejadian," tegas warganet.
"Jurnalisme Warga (Citizen Journalism) merupakan kegiatan pencarian, pengumpulan, dan penyusunan fakta baik melalui perekaman video dan juga foto. Apakah mereka tidak mengetahui hal ini?" komentar warganet lain.
"Agustusan sekarang lombanya bertahan hidup," sindir warganet.
"Satpol PP Padang gimana nih ? Apakah di aturan menjalankan tugas tertera kata 'DENGAN KEKERASAN' ?" kecam warganet lain.
"Satpol PP Padang Kok yang diberitain cuma anggotanya yg kena lemparan batu? Yang dihujam sama kekerasan fisik oleh anggota kalian ga diberitain? Kolom komentar dibatasi lagi," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
-
Video Viral di Tiktok, Ibu Muda Ini Ajarkan Anak Minta Maaf Tanpa Lakukan Kekerasan Banjir Pujian Netizen
-
Viral Seorang Warga Di Kebayoran Baru Dikeroyok Gegara Tegur Pelaku Pakai Knalpot Bising
-
Viral! Video Balita Disuruh Orang Dewasa Joget Tak Senonoh ala ABG Citayam Fashion Week, Publik Geram
-
Terpopuler: Viral Diduga Anak Berkebutuhan Khusus Antre Isi Bensin, Pria Dikeroyok karena Tegur Tetangga
-
Viral Video Lawas Ferdy Sambo Saat Masih Jadi Kadiv Propam, Publik Soroti Pistol Besar yang Digunakan
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Presiden Beri Arahan pada Danantara Indonesia untuk Perkuat Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional
-
Zulkifli Hasan: Tumpukan Sampah di TPST Bantargebang Seperti Gedung 17 Lantai
-
Karyawan SPBU Dibekap, Diikat, dan Dipukuli Komplotan Perampok
-
Jangan Sampai Hipoglikemia! Tips Khusus Dokter untuk Pemudik Penyandang Diabetes
-
Profil Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Baru Iran, Disebut Trump Tidak Akan Berumur Panjang