SuaraBekaci.id - Kiai asal Bekasi yang satu ini menguasai ilmu silat beksi. Tak ayal, ulama tersebut mampu menghajar empat tentara Belanda yang akan menangkapnya di sekitar masjid Kampung Setu.
Ia adalah KH Muhammad Tambih. Seorang ulama Betawi yang juga pendekar dari bekasi.
Pria yang juga dikenal dengan mana Kiai Tambih atau Mualim Tambih itu lahir di Bekasi pada 1907 dari pasangan Abdul Karim dan Saefi.
Selain sebagai ulama dan pendekar, ia juga seorang petani, pedagang, dan pejuang kemerdekaan di Bekasi.
Leluhurnya bernama Baserin yang berasal dari Banten dan merupakan prajurit Sultan Agung yang melarikan diri dari kejaran VOC (Vereenigde Oonstindische Compagnie atau Perusahaan Hindia Timur Belanda). Baserin kemudian bersembunyi dan menetap di Kampung Setu, Bintara Jaya, Bekasi.
Saat kecil, Tambih menggembala kambing dan kerbau. Ia mengaji nahwu, sharaf, dan tajwid kepada Guru Musin dan Mualim Nasir. Tambih juga belajar silat aliran beksi kepada Bek Martan dari Kampung Rawa Bugel, Bekasi. (Ahmad Fadli, Ulama Betawi: Studi Tentang Jaringan Ulama Betawi dan Kontribusinya Terhadap Perkembangan Islam Abad ke-19 dan 20, 2011).
Karena telah menguasai ilmu silat beksi itu, Tambih pun pernah menjatuhkan empat orang tentara Belanda yang bermaksud menangkapnya di sekitar Masjid Kampung Setu.
Selain itu, Tambih pernah pula menjatuhkan para pembegal saat dalam perjalanan mengaji ke Guru Marzuki di Kampung Muara.
Guru Marzuki Cipinang Muara atau Syekh Ahmad Marzuki bin Ahmad Mirshod adalah guru mengaji Kiai Tambih saat berusia remaja. Kepada Guru Marzuki, Kiai Tambih belajar bersama-sama dengan KH Noer Ali, KH Muchtar Tabrani (Bekasi), KH Tohir Rohili (Kampung Melayu), KH Ahmad Mursyidi (Klender), Guru Bakar dan Guru Baqir (putra-putra Guru Marzuki).
Baca Juga: Video Viral Nasib Begal yang Korbannya Ternyata Anggota TNI, 'Kutandai Kau!'
Pada 1929, Kiai Tambih menikah dengan Aminatuz Zuhriyah dari Kampung Pondok Pucung Bintara. Namun, istrinya meninggal dunia saat Kiai Tambih sedang mengungsi ke Kampung Ceger, Cikunir.
Saat itu, Bekasi tengah diserang pasukan sekutu dari Pangkalan Halim Pondok Gede. Serangan tersebut dikenal dengan Peristiwa Karawang-Bekasi.
Saat istrinya meninggal, Kiai Tambih sedang menghadang laju pasukan sekutu di daerah Jatiwaringin (Pangkalan Jati Kalimalang, saat ini) bersama tentara Hizbullah di bawah pimpinan (komandan sektor) seorang pemuda, Abdul Hamid dari Jatibening yang kemudian menjadi menantunya.
Kiai Tambih sempat menduda selama tiga tahun dan akhirnya menikah lagi dengan Hj Masnah binti H Marzuki, anak salah seorang pengurus Masjid di Rawa Bangke, Kampung Mester (sekarang Jatinegara).
Dari istri pertama, Kiai Tambih dikaruniai tiga orang putra dan tiga orang putri. Sementara dari istri keduanya, tidak menghasilkan anak.
Di samping itu, Kiai Tambih mendirikan Majelis Taklim Raudhatul Muta’alimin di Kranji Bekasi yang cukup terkenal pada zamannya.
Tag
Berita Terkait
-
Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui
-
Kurang dari 24 Jam, Santunan Korban Kecelakaan Truk Molen Bekasi Diserahkan ke Ahli Waris
-
Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor
-
Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi
-
Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Hakim Periksa KTP Jokowi, Pekerjaannya Berbeda dengan yang Diucapkan
-
Jokowi Datang ke PN Jaktim, Ditemani Kahiyang dan Kaesang
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
Terkini
-
Peringatan Keras Bupati Bekasi ke Kepala Desa: Jangan Korupsi !
-
KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai
-
Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon