SuaraBekaci.id - Pemerintah Kota Bekasi berencana merancang museum bersejarah berisikan perjuangan rakyat pada era kolonial Belanda dan sekutu Jepang yang dikomandoi tokoh besar yakni K.H. Noer Ali.
Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengaku tokoh pahlawan yang dijuluki "Singa Karawang-Bekasi" itu memiliki sumbangsih besar bagi Tanah Air, khususnya Kota Bekasi.
Selain itu, Noer Ali adalah pemrakarsa berdirinya Islamic Center Bekasi yang juga memiliki torehan sejarah tersendiri.
Menurut dia, pemerintah perlu membangun museum agar generasi muda dapat mengetahui alur sejarah serta peninggalan dan temuan budaya pada masa lampau.
"Museum sebagai pengingat besarnya jasa para kusuma bangsa. Sejarah perjuangan sebagai warisan kepada generasi kita. Kota Bekasi banyak memiliki tokoh pejuang, satu di antaranya yang kita kenal yakni K.H. Noer Ali," kata Tri Adhianto, dikutip dari Antara, Senin (14/2).
Ia juga mengatakan potensi museum sebagai tempat wisata edukasi.
"Museum juga akan menjadi potensi wisata edukasi bagi masyarakat Kota Bekasi maupun luar Kota Bekasi dan sebagai tempat melestarikan benda-benda bersejarah," kata dia.
Pemkot Bekasi Tak Ingin Kaum Muda Lupa Sejarah
Pemkot Bekasi juga berencana merenovasi sejumlah peninggalan sejarah mulai dari makam pahlawan hingga monumen.
Baca Juga: G30S PKI: Pengkhianatan PKI Terhadap KH Noer Ali
Sebelum renovasi dilakukan, Pemkot Bekasi saat ini melaksanakan kajian sekaligus inventarisasi terlebih dahulu.
"Renovasi rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2023 mendatang. Sekarang kami melakukan kajian dan inventarisir terlebih dahulu," kata Tri Adhianto.
Tri Adhianto menyebutkan peninggalan sejarah tersebut berupa makam tokoh pahlawan, cagar budaya, maupun bangunan bersejarah lain yang mengandung nilai-nilai sejarah sehingga perlu dieksplorasi.
"Renovasi makam, tugu, dan monumen ini nanti sebagai wujud dari kecintaan kepada para tokoh yang berjasa bagi Bangsa Indonesia, terkhusus mereka yang telah berjuang untuk Kota Bekasi," ungkap Plt Wali Kota Bekasi tersebut.
Yang paling penting menurut Tri Adhianto, renovasi ini dilakukan agar kaum muda bisa mengenal dan tidak melupakan identitas kota Bekasi.
"Jangan sampai melupakan sejarah. Jangan lupakan ucapan proklamator kemerdekaan bangsa kita, Soekarno, bangsa yang besar adalah bangsa yang ingat akan perjuangan para pahlawannya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia
-
Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Misteri Aliran Dana Rp250 Juta ke PCNU, Begini Penjelasan KPK
-
Pimpin Kejurnas Tinju Amatir 2026, Hillary Lasut Soroti Nasib Atlet dan Kesejahteraan Wasit