Galih Prasetyo
Rabu, 02 Februari 2022 | 19:18 WIB
Ilustrasi korban kekerasan seksual. (Pixabay/Favor)

Korban pun bercerita bahwa ia sempat melaporkan hal tersebut kepada FG yang menjadi pemred.

"saya tetap menuntut adanya sanksi buat pelaku, bahkan saya juga melaporkan hal tersebut ke pemred FG. dia hanya memanggil saksi2 lalu bilang ini akan diselesaikan oleh managing editor,"

Karena tidak ada respon dan tindakan dari kantor, korban mengaku mengadukan kasusnya ke Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

"mba Hesty dari @AJIIndonesia memperkenalkan saya kepada salah seorang pengurus @AJI_JAKARTA kemudian menjadi pendamping saya untuk melaporkan kasus ini ke @lbhpersjakarta,"

Korban lalu melanjutkan bahwa proses mediasi kemudian gagal terjadi. Korban dalam threadnya itu mengatakan bahwa FG mengusir perwakilan dari AJI Jakarta dan LBH Pers Jakarta.

"yang terhormat Pemred saya FG mengusir pendamping saya @AJI_JAKARTA dan @lbhpersjakarta dan berteriak jika kasus ini saya lanjutkan dia akan hancurkan karir saya," tulis Irine.

Suara Bekaci mencoba menghubungi lewat direct massage Twitter dan Instagram korban terkait threadnya tersebut. Namun hingga artikel ini diturunkan, korban belum membalas.

Sanggahan dari FG

Menanggapi tuduhan dari mantan anak buahnya itu, FG menyanggah. Di akun Twitter pribadinya, ia membantah semua tuduhan korban bahwa dirinya melindungi pelaku kekerasan seksual.

Baca Juga: AJI Jakarta dan LBH Pers Mengutuk Dugaan Tindak Kekerasan Seksual yang Dialami Reporter Perempuan

"Respon cepat thd tuduhan korban: Untuk fakta yang krusial: Saya TIDAK PERNAH BERTEMU dg tim/delegasi AJI/LBH Pers, tidak pernah tahu kedatangan mereka dan tidak diberitahu. Bagaimana bisa saya mengusir? Saya bersedia diperiksa utk kesaksian krusial ini," jelas FG.

Terkait tindakan percobaan pemerkosaan, FG menjelaskan bahwa laporan tersebut memang ia terima.

"Tentang Percobaan Perkosaan: 1. Saya menerima laporan adanya percobaan perkosaan yg menimpa korban . 2. Saya mendengar kesaksian berbeda dari tertuduh. 3. Saya meminta pihak independen utk memverifikasi dua kesaksian berbeda,"

FG melanjutkan bahwa tim independen yang kemudian dipilih dari pihak korban ialah dari Yayasan Pulih.

"Tim independen diusulkan oleh pihak korban dan saya setuju: YAYASAN PULIH. Saya mengatakan siap menerima rekomendasi tim independen. Kalau PULIH mengkonfirmasi tuduhan korban, saya tidak hanya akan memecat tertuduh, tapi mendukung korban melaporkannya ke polisi,"

Namun kata FG, enam tahun kasus itu berlalu ia belum pernah mendapat rekomendasi dari Yayasan Pulih.

Load More