SuaraBekaci.id - Pada 2020, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana meresmikan lapangan di Kecamatan Cikampek, Karawang. Lapangan sepak bola yang memiliki standar FIFA itu bernama Stadiom Mini Dawuan Barat.
Sudah hampir 2 tahun sejak diresmikan dan pandemi Covid-19 berefek kepada semua lapisan masyarakat, bagaimana kondisi lapangan berstandar FIFA itu sekarang?
Saat dihubungi Suara.com, Senin (24/1), pengurus Stadion Mini Dawuan Barat, Hendra mengatakan untuk saat ini, masyarakat masih antusias untuk menyewa stadion ini. Efek Covid-19 diakui Hendra tidak terlalu mempengaruhi masyarakat bermain sepak bola di lapangan ini.
"Kalau efek covid ga ada pengaruh, tetep jadwal seperti biasa Sabtu dan Minggu,"kata Hendra.
"Sampai Februari nanti, masih ramai yang sewa," tambah Hendra.
Hendra mengatakan bahwa saat ini ia menjadi pengurus lapangan itu setelah pengurus yang pertama sudah bubar. Untuk menyewa lapangan di Stadion Mini Dawuan Barat, pihak pengurus mematok harga 2,5 juta per dua jam.
Diakui oleh Hendra, bahwa pihak pemerintah Kabupaten Karawang sampai sekarang masih memberikan perhatian. Hal itu terbukti dengan adanya pembangunan fasilitas tribun, kamar ganti hingga kamar mandi.
Namun memang semua fasilitas itu belum selesai pengerjaannya disebabkan kekurangan masalah biaya.
"Untuk perhatian Pemkab ada sekarang sudah bikin tribun,kamar ganti dan kamar mandi blm selesai pengerjaanya di karnakan kurang biaya," ungkap Hendra.
Baca Juga: Dalami Aliran dana untuk Rahmat Effendi dari Potongan Dana ASN, KPK Panggil 7 Lurah di Bekasi
Pada 3 September 2020, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana meresmikan lapangan Stadion Mini Dawuan Barat.
Menurut Cellica saat itu, pembangunan lapangan ini sejak 2018 melalui dana desa.
“Ini sangat luar biasa. pemerintah desa memang harus punya skala prioritas dalam membangun desanya. Ini hasil dan wujud nyata dari penggunaan dana desa,” ucap Bupati Karawang saat itu.
Cellica juga berharap dengan adanya lapangan ini tidak sekedar menjadi pusat olahraga dan rekreasi namun juga sebagai geliat ekonomi baru.
“Tak sedekar digunakan sebagai tempat melepas penat, rekreasi dan olahraga, tetapi juga dapat menjadi pemicu gerakan ekonomi masyarakat,”
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
Terkini
-
4 Laporan Masuk, 1 Jadi Tersangka Kasus Asusila di Pesantren Bekasi
-
Operasi Sarang Narkoba di Bekasi: Komplotan 'Paman' dan 'Macan' Tak Berkutik
-
Kepergok Istri Sah di Rumah Sakit, Kedok Hakim Nikah Siri Akhirnya Terbongkar
-
Siswa 3 SD Terdampak Tol Japek Selatan Bakal Pindah ke Gedung Baru, Ini Lokasinya
-
BRI Manfaatkan Momentum MotoGP Mandalika 2026 untuk Dorong Ekonomi Lokal dan Sport Tourism