SuaraBekaci.id - Sekretaris Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Kota Bekasi, Aristo Kono menolak SK Ade Puspitasari yang diterbitkan Plt Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily.
Aristo Kono yang juga fungsionaris Partai Golkar itu mempertanyakan kapasitas Rahmat Effendi saat menerima SK Ade Puspitasari.
"Hal menarik lagi, SK Pelantikan Ade Puspitasari diserahkan di sebuah Restoran oleh Ketua Plt Partai Golkar Jabar, Ace Hasan Sadzily kepada Rahmat Efendi. Patut dipertanyakan kapasitas Rahmat Efendi menerima SK tersebut sebagai apa?," ujarnya seraya menunjukkan sebuah foto Rahmat Effendi bersama Ade Hasan Sadzily menggenggam lembar kertas.
Aristo kono berpandangan adanya keberpihakan maka kekisruhan meruncing, ruang demokrasi menjadi tertutup disebabkan kepentingan sepihak.
"Apa yang diperlihatkan Ace Hasan Sadzily selaku Ketua Plt Golkar Jabar melenceng tidak sejalan dengan apa yang dicanangkan di dalam Institut Pendidikan Politik yakni mengedepankan integritas, dedikasi, dan Loyaliatas," lanjutnya.
Aristo Kono menilai, Musda yang digelar 29 Oktober 2021 di Graha Bintang, Mustika Jaya Kota Bekasi sebagai seremonial belaka. Pelaksanaannya digelar terburu -buru dan cacat hukum. "Bagaimana mungkin SK Ade Puspitasari diterbitkan begitu cepat, bagaikan disulap.
Menurut dia, SK tersebut mengabaikan perintah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bahwa dalam mengambil kebijakan strategis harus melalui persetujuan tertulis yang tertuang dalam SK.
"DPP Partai Golkar Nomor : SKEP-390/DPP/GOLKAR/II/2021 tentang Penunjukan Pejabat Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat," kata Aristo Kono, Selasa (09/11/2021).
Dia menilai, Ketua Plt Partai Golkar Jawa Barat terlalu gegabah mengeluarkan SK pelantikan hasil Musda V Kota Bekasi di Graha Bintang, Mustika Jaya tidak melihat secara utuh permasalahan yang sesungguhnya bahwa ada dua calon yang maju di dalam Musda V Partai Golkar Kota Bekasi, masing masing adalah Nofel Saleh Hilabi dan Ade Puspitasari
Baca Juga: SK Ade Puspitasari Disebut Cacat Hukum dan Mengabaikan Peraturan Partai Golkar
Disisi lain, kata Aristo Kono menyayangkan Ketua Plt Golkar Jawa Barat terlampau memihak kepada salah satu calon yaitu Ade Puspitasari.
Dirinya mengatakan, akibat pelaksanaan Musda V di Graha Bintang, Mustika Jaya cacat hukum tidak sesuai mekanisme aturan partai. Maka musda V Partai Golkar Kota Bekasi digelar kembali di Hotel Horison tgl 29 Oktober 2021. Satu satunya Musda V Kota Bekasi yang Sah dilaksanakan sebagaimana aturan mekanisme AD/ART Partai Golkar.
"Kami meyakini Musda V Kota Bekasi yg di gelar di Hotel Horison pada tgl 21 Oktober 2021 dilaksanakan sesuai amanat AD/ART. Peserta Musda V Kota Bekasi memilih Nofel Saleh Hilabi secara aklamasi menjadi Ketua DPD Partai Golkar periode 2021-2025," ujarnya.
DPD Golkar Kota Bekasi kata Aristo Kono di bawah Kepemimpinan Nofel Saleh Hilabi menjadi spirit baru bagi kader-kader partai Golkar di Kota Bekasi.
"Bangkit kembali dan lebih luas lagi bagi masyarakat Kota Bekasi pada umumnya menjadi harapan baru untuk kebesaran partai Golkar memenangkan Airlangga Hartato sebagai Presiden 2024", pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sebelum Andre Taulany, Amanda Rigby Pernah Dikabarkan Dekat dengan 3 Pria Ini
-
Sosok Nofel Saleh Hilabi Adik Terduga Pelaku Penembakan di Jatinegara, Pengusaha Suka Bantu Orang Susah
-
Bak Bumi dan Langit: Gathan Saleh Hilabi Nembak Orang Buron, Adiknya Bantu Orang Susah
-
Adik Gathan Saleh Hilabi Pelaku Penembakan Ternyata Caleg dari Golkar
-
Tajir Melintir Punya 39 Properti, Eks Walkot Bekasi Rahmat Effendi Kini 'Bebas' Hukuman Bayar 17 M
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata
-
BRI Kembali Dukung Atlet Nasional, Semangati Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
-
Aset 1,5 Hektare Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat Digeledah KPK
-
Lewat Program BRI Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, BRI Peduli Berikan Pelatihan dan Pemagangan