SuaraBekaci.id - Sejumlah negara seperti Inggris dan Prancis telah menetapkan target nol emisi 2050 dalam undang-undang, sementara banyak negara lain dan perusahaan telah membuat kebijakan untuk mencapai target itu pada 2050.
Pemerintah Inggris pada Selasa menerbitkan Strategi Nol Bersih yang menurut Perdana Menteri Boris Johnson akan menempatkan negaranya di garda depan ekonomi hijau dan memaksa para pesaing seperti China dan Rusia untuk mengikuti jejaknya.
Namun, apa arti dari nol bersih atau nol emisi karbon? Apakah dunia sudah berada di jalur yang benar untuk memenuhi target Perjanjian Paris?
Apa arti nol bersih?
Nol bersih tidak berarti emisi karbon benar-benar akan menjadi nol, tapi upaya menyeimbangkan emisi gas rumah kaca yang tersisa dengan tindakan lain.
Meskipun banyak negara dan perusahaan berjanji akan mengurangi emisi sebanyak mungkin, itu artinya beberapa sektor diperkirakan masih akan melepaskan gas rumah kaca pada 2050.
Untuk mengimbanginya, para penghasil emisi mengandalkan tindakan pengurangan emisi di tempat lain atau menggunakan solusi alami atau teknologi untuk mencegah emisi mencapai atmosfer.
Solusi alami contohnya adalah menanam pohon, memulihkan tanah atau lahan basah.
Sedangkan teknologi dipakai untuk menangkap dan menyimpan CO2 ketika dibuang, atau menyedot karbon dari udara. Semuanya belum membuat perbedaan pada iklim karena penggunaannya masih relatif kecil.
Apakah pohon dan sertifikat berpengaruh?
Inisiatif sukarela yang tak terhitung jumlahnya telah bermunculan. Mereka menawarkan sertifikat pengurangan emisi karbon (offset certificate) berdasarkan proyek kehutanan dan solusi alami lain yang bisa dibeli oleh individu dan perusahaan.
Para kritikus mengatakan sertifikat seperti itu adalah upaya menutupi konsumsi bahan bakar fosil yang berkelanjutan.
Mereka merujuk pada kurangnya standar umum dan penilaian dasar yang sulit diverifikasi untuk menentukan nilai tambah pada iklim dari proyek yang mendasari sertifikat.
Sebuah laporan dari badan amal Oxfam pada Agustus mengatakan untuk menghilangkan emisi karbon dunia agar mencapai nol bersih pada 2050 dibutuhkan hutan baru yang luasnya minimal lima kali India atau lebih dari luas semua lahan pertanian di planet ini.
Mereka yang pro mengatakan sertifikat adalah alat yang berguna untuk meningkatkan investasi di bidang perlindungan alam ketika ekonomi global bergerak menuju nol emisi.
Berita Terkait
-
Ratusan Ton Karbon untuk Satu Film: Saatnya Industri Sinema Bergerak Lebih Hijau
-
Pertumbuhan Data Center di Indonesia Bawa Persoalan Baru, Apa Dampaknya Pada Energi dan Air?
-
Mengapa Dasar Laut Penting dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Bumi? Peneliti Ungkap Hal Ini
-
Dari PLTS Hingga CCS, Pertamina Perkuat Transisi Energi Nasional
-
Potensi Panas Bumi RI Melimpah hingga 24 GW, Tapi Baru Dimanfaatkan 11 Persen
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Kronologi Ibu di Pondok Pinang Ditarik hingga Pakaian Dalam Putus
-
Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret
-
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Ada Apa?
-
Aktif Jemput Bola Transaksi Warga, Kiprah BRILink Agen Ria Irawan Topang Roda Ekonomi
-
30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!