SuaraBekaci.id - Musim penghujan tiba, Kota Bekasi antisipasi banjir kejar target perbaikan gorong-gorong atau saluran air.
Terpantau di sejumlah ruas jalan lingkungan Kota Bekasi, proyek galian Pemerintah Kota Bekasi sedang bekerja.
Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Widayat Subroto Hadi mengakui, Kota Bekasi memiliki saluran air atau gorong-gorong yang buruk.
Ini disebabkan pembangunan 20 tahun lalu yang tidak disertai pembangunan saluran air.
"Sedangkan beberapa wilayah itu dulunya sawah, puluhan tahun dibangun-bangun saja, tapi saluran airnya tidak dibangun. Akhirnya dampaknya ya masa sekarang ini, banjir dimana-mana, " jelasnya pada Suarabekaci.id.
Sementara gorong-gorong atau saluran air tidak berfungsi dengan baik, Kota Bekasi yang sedang membangun tersebut akhirnya kehilangan banyak lahan serapan.
"Sementara sekarang banyak bangun pemukiman, perkantoran pesat terjadi, karena gorong-gorong jelek akhirnya mengakibatkan daerah resapan berkurang, banjir," tambahnya.
Widayat Subroto melanjutkan, pihaknya menargetkan proyek saluran air atau gorong-gorong yang menggunakan beton u ditch itu tuntas pada November.
"Itu kan sudah masuk masa penghujan, kita target November ini selesai".
Baca Juga: Warga Menggunakan Perahu, Banjir di Paser Semakin Parah, Warganet: Hutannya Masih Ada?
Adapun titik pengerjaan kata Widayat Subroto, tersebar di 12 kecamatan dengan pembagian 340 titik dengan agenda perbaikan saluran air, pembangunan saluran air baru dan normalisasi saluran air, total anggaran yang digunakan sekira Rp30 Milyar.
"Hampir semua kecamatan yah kita perbaiki saluran air nya, utama daerah rawan banjir kayak Jatiasih, Pondok Gede. Untuk anggaran sekitar Rp30 Milyar yah, untuk data detilnya ada di kantor saya tidak hafal," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Tim SAR Polri Evakuasi Ratusan Warga Korban Banjir Susulan di Padang Pariaman
-
Banjir Bandang Susulan, Bangunan TPA di Padang Pariaman Ambruk ke Sungai
-
Tinjau Korban Banjir Kalsel, Mensos Pastikan Skema Bantuan Sama Seperti di Sumatra
-
Polri Bangun Raturan Sumur Bor di Sumatra: Sudah Berapa Titik yang Aktif?
-
Tinjau Korban Banjir di Banjar Kalsel, Mensos Janjikan Huntara hingga Jaminan Hidup
Terpopuler
- Banyak Kota Ketakutan Sampah Meluap, Mengapa Kota Tangerang Justru Optimis TPA-nya Aman?
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
- 7 Lem Sepatu Kuat dan Tahan Air di Indomaret Murah, Cocok untuk Semua Jenis Bahan
Pilihan
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
-
4 HP Murah Layar AMOLED RAM 8 GB Terbaik, Visual Mewah Lancar Multitasking
-
7 HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025, Daily Driver Andalan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
Terkini
-
Jusuf Kalla Lepas Relawan PMI untuk Bencana Sumatera dan Aceh
-
Libur Usai, Arus Balik Dimulai: Ini Imbauan Penting untuk Penumpang Kereta Api
-
BRI Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana lewat Pembangunan Huntara di Aceh
-
Sambut 2026, Dirut BRI Optimistis Transformasi Dorong Pertumbuhan Jangka Panjang
-
Siapa Dalangnya? Polda Metro Jaya Selidiki Teror Mengerikan ke DJ Donny