SuaraBekaci.id - Desa Pantai Bahagia ancam pisah dari Bekasi karena merasa tak diperhatikan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Mereka ingin bergabung dengan Jakarta.
Desa Pantai Bahagia ancam disintegrasi dari Bekasi itu ada di Muara Gembong Kabupaten Bekasi. Mereka merasa tidak mendapatkan perhatian dari Pemkab Bekasi.
Wilayah mereka setempat telah diterjang banjir selama 3 hari karena tanggul Sungai Citarum jebol.
Akses warga Desa Pantai Bahagia terputus. Warga setempat membutuhkan bantuan bahanan makanan karena tidak ada aktivitas penjual.
Sekretaris Desa Pantai Bahagia Ahmad Qurtubi mengatakan sejauh ini sudah ada sejumlah warga yang dievakuasi.
Mereka dievakuasi ke rumah keluarganya yang tak terdampak banjir dan ke Karawang.
"Kalau yang ketinggian airnya itu tinggi mereka bersedia untuk dipindah yang penting mereka aman," katanya.
Pemkab Bekasi seharusnya dapat mempertimbangkan keselamatan masyarakat serta akses warga yang terputus dengan menyalurkan bantuan bahan makanan.
Mereka merasa akan mendapatkan perhatian lebih jika berada di daerah lain. Seperti, Pemprov DKI Jakarta.
Baca Juga: Merasa Tak Diakui Bekasi, Desa Pantai Bahagia: Kita Gabung Bang Anies Aja
"Kan ini dalam kedaruratan masa nggak bisa kirim bantuan, tadi kades sampai bilang 'kita kayanya kagak diaku, pindah ke bang anies aja lah'," katanya.
Qurtubi berharap agar bantuan bahan makanan untuk masyarakat di desanya dapat segera tersalurkan. Karena akses warga setempat terputus akibat banjir yang telah 3 hari melanda wilayah setempat.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi Henri Lincoln menjelaskan, terdapat mekanisme yang harus ditempuh dalam penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir.
"Bantuan diberikan kepada warga di pengungsian. Jika warga tidak mengungsi maka khawatir akan menjadi masalah atau temuan di kemudian hari," kata Henri saat dihubungi SuaraBekaci.id, Rabu (10/2/2021).
Dia mengatakan, penyaluran bantuan juga dilakukan dengan berkoordinasi ke instansi lain. Seperti penyaluran air bersih dengan PDAM Tirta Bhagasasi dan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.
Berita Terkait
-
Banjir Bekasi Ternyata 'Disengaja', Dedi Mulyadi Ngamuk: Pak Bupati, Kontraktornya Gak Ahli
-
Banjir Bekasi Mengkhawatirkan, Prabowo Langsung Bertindak! Apa yang Dilakukannya?
-
114 Sekolah di Bekasi Rusak Diterjang Banjir, Pimpinan X DPR: Komplit Sudah Penderitaan Siswa
-
Bantu Korban Banjir, Pemprov DKI Kirim 7 Ton Beras ke Bekasi
-
Momen Prabowo Telepon Kepala BGN dari Lokasi Banjir Babelan: Di Bekasi Sudah Berapa Dapur?
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan