SuaraBekaci.id - Pemerintah Desa Pantai Bahagia Muara Gembong Kabupaten Bekasi merasa tidak mendapatkan perhatian dari Pemkab Bekasi. Padahal, wilayah setempat telah diterjang banjir selama 3 hari karena tanggul Sungai Citarum jebol.
Akses warga Desa Pantai Bahagia terputus. Warga setempat membutuhkan bantuan bahanan makanan karena tidak ada aktivitas penjual.
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi Henri Lincoln menjelaskan, terdapat mekanisme yang harus ditempuh dalam penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir.
"Bantuan diberikan kepada warga di pengungsian. Jika warga tidak mengungsi maka khawatir akan menjadi masalah atau temuan di kemudian hari," kata Henri saat dihubungi SuaraBekaci.id, Rabu (10/2/2021).
Dia mengatakan, penyaluran bantuan juga dilakukan dengan berkoordinasi ke instansi lain. Seperti penyaluran air bersih dengan PDAM Tirta Bhagasasi dan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.
Terpisah, Sekretaris Desa Pantai Bahagia Ahmad Qurtubi mengatakan, sejauh ini sudah ada sejumlah warga yang dievakuasi. Mereka dievakuasi ke rumah keluarganya yang tak terdampak banjir dan ke Karawang.
"Kalau yang ketinggian airnya itu tinggi mereka bersedia untuk dipindah yang penting mereka aman," katanya.
Dia menyatakan, Pemkab Bekasi seharusnya dapat mempertimbangkan keselamatan masyarakat serta akses warga yang terputus dengan menyalurkan bantuan bahan makanan.
Mereka merasa akan mendapatkan perhatian lebih jika berada di daerah lain. Seperti, Pemprov DKI Jakarta.
Baca Juga: Tolong! Masyarakat Pantai Bahagia Bekasi Sangat Membutuhkan Bahan Makanan
"Kan ini dalam kedaruratan masa nggak bisa kirim bantuan, tadi kades sampai bilang 'kita kayanya kagak diaku, pindah ke bang anies aja lah'," katanya.
Qurtubi berharap agar bantuan bahan makanan untuk masyarakat di desanya dapat segera tersalurkan. Karena akses warga setempat terputus akibat banjir yang telah 3 hari melanda wilayah setempat.
Tag
Berita Terkait
-
Eceng Gondok Tutupi Kali Pisang Batu di Bekasi
-
Anggota DPRD Bekasi Dituntut 10 Bulan, Keluarga Korban Pengeroyokan: Tidak Masuk Akal!
-
Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban
-
HUT ke-45 Warkaban, BBPPVP Bekasi Siap Lanjutkan Pelatihan Kerja untuk Transmigran
-
Update Kasus Korupsi Bekasi, KPK Telurusi Vila Milik Polisi Yayat Sudrajat di Subang
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kronologi Ibu di Pondok Pinang Ditarik hingga Pakaian Dalam Putus
-
Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret
-
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Ada Apa?
-
Aktif Jemput Bola Transaksi Warga, Kiprah BRILink Agen Ria Irawan Topang Roda Ekonomi
-
30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!