Terakhir, dia berkomunikasi melalui WhatsApp dengan Samuel Reven dilakukan pada 2 November 2020. Dan, anaknya dikabarkan meninggal dunia pada 3 November 2020.
"Kami tidak tahu apa yang terjadi di dalam kamar isolasi itu karena dua kali swab hasilnya negatif dan foto toraks paru-parunya bersih," katanya.
Lebih jauh, Erni menambahkan kalau keluarga dapat melihat kondisi Samuel di rumah sakit tanpa menggunakan alat pelindung diri.
Kuasa Hukum keluarga korban, Arta Uli Sianturi mengungkap, kliennya sempat meminta penjelasan rumah sakit tersebut tentang kematian Samuel Reven. Hasilnya, Samuel Reven dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit tidak menular.
"Tetapi penyakit apa yang menyebabkan kematian tidak diungkapkan," katanya.
Menurut Arta, RS Telogorejo juga tidak pernah memberikan rekam medis Samul Reven. Sehingga, diduga ada kelalaian rumah sakit yang berkaitan dengan kondisi kamar maupun kesalahan obat.
"Samuel ini tidak punya penyakit bawaan, usianya baru 26 tahun. Memang postur tubuhnya besar," katanya.
Dia menambahkan, Samuel Reven meninggal dunia dengan kondisi yang prihatin karena kakinya dalam kondisi tertekuk.
"Jadi sampai dimakamkan, posisi kaki Samuel ini tertekuk karena tempat tidur yang kekecilan," katanya.
Terpisah, Direktur Pemasaran RS Telogorejo Grace Rutyana mengatakan, pihaknya telah merawat dan memberikan tindakan medis yang sesuai dengan standar pengobatan Samuel Reven.
"Namun, segala usaha dan jerih payah manusia adakalanya Tuhan berkehendak lain," katanya.
Dia juga menyatakan bahwa kronologi proses dan tindakan medis sudah dijelaskan kepada pihak keluarga. Tenntunya, dengan proprorsional dan sesuai standar organisasi profesi.
"Selanjutnya kami tetap bersedia melakukan mediasi dengan pihak keluarga, serta organisasi profesi atau instansi terkait," katanya.
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Eksploitasi Anak
-
Kemendagri Percepat Dokumen Kependudukan Keluarga Korban Kecelakaan KRL
-
Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati Belum Ditahan, KPAI: Pelaku Harus Dihukum Berat!
-
130 Sekolah Dasar di Kabupaten Ini Tidak Punya Kepala Sekolah
-
Tembok Sekolah di Jakarta Selatan Roboh, Bagaimana Nasib Siswa?