Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Kamis, 14 Januari 2021 | 17:55 WIB
Proses vaksinasi Presiden Jokowi (Twitter)

SuaraBekaci.id - Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah dimulai. Hal itu salah satunya ditandai dengan pemberian vaksin covid-19 terhadap Presiden Joko Widodo dan juga sejumlah jajarannya.

Di tengah euforia masyarakat Indonesia menyambut adanya vaksin Covid-19, tapi ada yang sering disalahpahami terkait vaksinasi. Sejumlah orang menganggap bahwa vaksinasi sama dengan imunisasi.

Lalu, apa sebenarnya perbedannya?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) vaksinasi adalah tindakan memperkenalkan vaksin ke dalam tubuh untuk menciptakan kekebalan (sistem imun) terhadap penyakit tertentu.

Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]

Dalam proses vaksinasi, vaksin biasanya diberikan melalui jarum suntik, namun beberapa bisa diberikan melalui mulut atau disemprotkan ke dalam hidung.

Sedangkan definisi imunisasi adalah suatu proses menjadikan seseorang kebal atau terlindungi sepenuhnya dari penyakit melalui vaksinasi.

Kedua definisi yang hampir serupa ini, akhirnya sering digunakan bergantian. Padahal seseorang yang mendapat suntikkan vaksin belum tentu ia diimunisasi.

Saat seseorang divaksinasi bukan berarti ia benar-benar terlindungi dari suatu penyakit tertentu, karena ada banyak faktor yang mempengaruhi sistem kekebalan dengan vaksin bisa bekerja.

Sementara itu CDC membenarkan jika vaksinasi dan imunisasi bisa melindungi anak cucu dan keturunan umat manusia, mencegah epidemi dan menghilangkan penyakit penyebab pandemi seperti Covid-19.

Baca Juga: Bogor Mulai Vaksinasi COVID-19, Bima Arya: Ini Babak Pertama

Sebagai informasi, di Indonesia sendiri program vaksinasi ditargetkan akan selesai dalam waktu kurang dari satu tahun. Proritas yang diberikan pertama kali ialah para tenaga kesehatan, karena mereka berada di situasi yang rentan dan berisiko 

Load More