- PMI Kabupaten Bekasi membangun instalasi pengolahan air danau buatan menjadi air siap minum di Serang Baru pada Jumat, 4 September.
- Fasilitas berkapasitas hingga 150.000 liter per hari ini mendistribusikan air bersih menggunakan empat truk tangki ke empat kecamatan terdampak kekeringan.
- Sumber air telah lulus uji laboratorium bebas bakteri E. coli dan diproses menggunakan teknologi penyulingan bantuan PMI Pusat.
SuaraBekaci.id - Organisasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membangun instalasi pengolahan air menjadi bersih hingga siap minum dengan mengubah sumber air danau buatan melalui teknologi 'water sanitation hygiene promotion'.
"Air danau buatan kita olah menjadi air bersih maupun air siap minum untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan," kata Ketua PMI Kabupaten Bekasi Akhmad Kosasih di Cikarang, Jumat (4/9).
Dia mengatakan, instalasi WASH melalui sistem penyulingan ini memanfaatkan sumber air melimpah di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru. Infrastruktur tersebut segera beroperasi dan diproyeksikan melayani kebutuhan air masyarakat selama satu bulan ke depan.
Sumber air di kawasan bekas galian pasir tersebut dipilih karena debitnya masih cukup besar meski kemarau.
Baca Juga:MUI Bekasi Dorong Pendekatan Ini Lindungi Remaja dari Pergaulan Menyimpang
Pengolahan air danau ini dengan mekanisme serupa pernah dilakukan saat musim kemarau melanda wilayah Kabupaten Bekasi tahun 2023 silam.
Dirinya memastikan air dari sumber tersebut telah menjalani pengujian laboratorium sebelum pembangunan instalasi untuk dimanfaatkan kemudian.
Hasil pengujian menunjukkan air memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk tidak ditemukan bakteri Escherichia coli (E.coli).
"Airnya bagus, sudah diuji lab, bakteri E. coli-nya juga bersih, tidak ada. Tinggal kita proses untuk persiapan air bersih maupun air minumnya. Sebelum dinyatakan aman untuk diminum, kami terlebih dahulu melakukan proses pengolahan maupun sanitasi hingga memenuhi ketentuan higienis," katanya.
Instalasi pengolahan air tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 100.000 liter air per hari. Kapasitas itu masih dapat ditingkatkan hingga 150.000 liter per hari dengan pengaturan waktu produksi serta pemanfaatan kapasitas penampungan.
Baca Juga:Pria Asal Bekasi Diciduk Polisi Usai Ajak Kepung DPR
Hasil pengolahan air itu diperuntukkan bagi masyarakat terdampak kekeringan di wilayah selatan Kabupaten Bekasi mencakup Kecamatan Serang Baru, Cikarang Selatan, Cibarusah dan Bojongmangu.
"Kami menyiapkan empat armada truk tangki untuk mendukung optimalisasi distribusi air ke wilayah-wilayah yang membutuhkan, khususnya bagian selatan sebagai wilayah terdampak terparah kekeringan tahun ini," katanya.
Masyarakat juga diperbolehkan mengambil air secara langsung di lokasi instalasi menggunakan kendaraan pribadi maupun pengangkut air.
Namun air yang diambil harus digunakan untuk kebutuhan masyarakat dan tidak diperjualbelikan.
"Kita berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, masyarakat bisa mengambil langsung ke situ, baik menggunakan mobil kecil maupun motor. Dengan catatan air tersebut untuk kebutuhan masyarakat dan tidak diperjualbelikan," jelasnya.
Anggota Tim Instalasi PMI Kabupaten Bekasi Haris Kusdinar mengatakan pemeriksaan air pada danau buatan ini dilakukan terhadap sejumlah indikator kualitas air mulai dari tingkat kekeruhan, bau, rasa hingga kandungan bakteri.