- Dirut PT KAI Bobby Rasyidin fokus memulihkan operasional serta mendampingi korban insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.
- KAI memfasilitasi perawatan kesehatan, layanan trauma healing, serta menyediakan mekanisme klaim biaya pengobatan bagi seluruh pelanggan terdampak.
- Operasional kereta api lintas Manggarai hingga Cikarang mulai normal dengan peningkatan signifikan pada ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan.
Posko Bekasi Timur tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026, melayani kebutuhan informasi, administrasi, serta pendampingan lanjutan.
Di sisi operasional, layanan Commuter Line Jabodetabek menunjukkan perbaikan yang konsisten dalam beberapa hari terakhir. Ketepatan waktu keberangkatan berangsur naik dari 71,54 persen pada 30 April menjadi 87,39 persen pada 1 Mei, lalu mencapai 88,84 persen pada 2 Mei.
Ketepatan waktu kedatangan juga meningkat dari 68,46 persen menjadi 84,86 persen, dan kembali membaik hingga 87,04 persen. Perjalanan yang mengalami keterlambatan semakin berkurang dengan waktu keterlambatan yang lebih terkendali.
Perbaikan serupa terlihat di lintas Cikarang. Ketepatan waktu keberangkatan meningkat dari 50 persen menjadi 61 persen, lalu mencapai 66 persen. Sementara kedatangan naik dari 44 persen menjadi 57 persen dan kemudian 61 persen. Tren itu mencerminkan proses normalisasi yang berjalan semakin stabil.
Baca Juga:Polisi Ungkap Fakta Baru Soal Kelalaian di Balik Kecelakaan KRL, 31 Saksi Diperiksa
Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang melintas di wilayah Bekasi Timur juga telah kembali berjalan dengan pola operasi yang terjaga. Dalam satu hari, terdapat 32 perjalanan KA dari Pasarsenen serta 36 perjalanan KA dari Gambir yang melintas di lintas tersebut.
Sejak operasional kembali berjalan pada 28 April hingga 2 Mei 2026, volume pengguna Commuter Line lintas Cikarang tercatat mencapai 574.644 pelanggan.
“Kami memahami setiap perjalanan memiliki arti bagi setiap pelanggan. Karena itu, kami akan terus hadir mendampingi, memastikan layanan berjalan aman, dan menjaga keandalan operasional ke depan,” kata Anne.