- Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat akan mengambil paksa persediaan uranium yang diperkaya milik Iran di Gedung Putih.
- Konflik antara Amerika Serikat dan Iran menyebabkan kebuntuan negosiasi nuklir serta terhambatnya upaya verifikasi oleh pihak IAEA.
- Serangan militer AS dan Israel pada 13 Juni tahun lalu menyebabkan inspeksi fasilitas nuklir Iran tidak dapat terlaksana.
SuaraBekaci.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (30/4) menegaskan bahwa AS akan mengamankan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran “dengan cara apa pun”.
“Kami ingin mendapatkannya. Kami akan mengambilnya dengan cara apa pun. Kami akan mendapatkannya. Kami akan mendapatkannya atau kami akan mengambilnya. Mereka akan memberikannya kepada kami atau kami akan mengambilnya,” kata presiden AS itu di Gedung Putih. “Bahkan tidak akan sulit.”
Pernyataan Trump disampaikan di tengah kebuntuan yang masih berlangsung antara AS dan Iran, ketika pembicaraan untuk mencapai akhir permanen konflik - yang saat ini berada dalam tenggat waktu yang diperpanjang oleh presiden AS - masih terhenti.
Sejumlah laporan menyatakan Iran mengusulkan untuk membuka kembali Selat Hormuz, sambil menunda negosiasi terkait program nuklirnya ke tahap selanjutnya.
Baca Juga:Profil Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Baru Iran, Disebut Trump Tidak Akan Berumur Panjang
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), Rafael Grossi, Rabu (29/4) mengatakan upaya verifikasi lembaganya terhambat oleh kondisi keamanan di lapangan.
Ia menyebut para inspektur dijadwalkan mengunjungi fasilitas nuklir Iran yang baru diumumkan pada 13 Juni tahun lalu, namun serangan AS-Israel dimulai pada hari yang sama.
“Akses seharusnya dilakukan pada 13 Juni, pada hari dimulainya serangan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa waktu tersebut membuat inspeksi menjadi tidak mungkin dilakukan.
Grossi mengatakan badan tersebut sebelumnya memantau secara ketat persediaan besar uranium yang diperkaya di Iran sebelum konflik meningkat.
Sumber: Anadolu
Baca Juga:Teheran Minta Rusia Gunakan Pengaruh Global untuk Dukung Hak Sah Iran