SuaraBekaci.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi menyegel sekolah swasta elite Al Kareem Islamic School yang berlokasi di Jalan Baru Perjuangan RT 04 RW 11 Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Berdasarkan pantauan SuaraBekaci.id pada Rabu (18/6/2025), suasana di sekolah tersebut nampak sepi.
Tidak ada satu orang pun terlihat di sekolah tersebut. Bahkan halaman parkirnya pun kosong tak ada satupun kendaraan yang terparkir.
Pagar sekolah yang berwarna hijau itu nampak tertutup rapat bahkan telah digembok.
Baca Juga:Viral Kemunculan 'Air Terjun' di Kota Bekasi, Ternyata Ini Penyebabnya
Pada bagian pagar itu, terpasang sebuah spanduk besar yang diketahui berasal dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
![Tipu-tipu Sekolah Elite di Kota Bekasi, Orang Tua Siswa Temukan Hal Tak Wajar [Suara.com/Mae Harsa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/19/91643-sekolah-disegel.jpg)
Spanduk itu berisi pemberitahuan bahwa sekolah tersebut dilarang beroperasi karena telah melakukan kesalahan administrasi.
“TK Islam Al Karem Islamic School tidak diperbolehkan menerima murid baru tahun ajaran 2025/2026 dikarenakan ada permasalahan administrasi sesuai dengan peraturan Wali Kota Bekasi,” isi dalam spanduk tersebut.
Adapun, sekolah yang menawarkan tingkatan pendidikan mulai dari TK, SD, hingga kelas inklusi untuk anak berkebutuhan khusus ini disegel lantaran terbukti melakukan sejumlah pelanggaran prosedur.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Kota Bekasi, Warsim, mengatakan salah satu pelanggaran yang ditemukan adalah sekolah tersebut tak menyetorkan nomor induk siswa nasional (NISN) ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Baca Juga:Pemkot Bekasi Didesak Sediakan Tempat Rehabilitasi Kasus Pelecehan Anak
“Sekolah bisa dikatakan bodong karena melanggar prosedur, pertama anak tidak didaftarkan ke dapodik, kedua perihal sewa lahan, untuk izin operasional ada cuma keslaahannya ya itu tidak sesuai prosedur,” kata Warsim, Rabu (18/6/2025).
Warsim juga mengatakan, Al Kareem Islamic School terbukti tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) sesuai dengan basis kurikulum yang dijanjikan.
“Kegiatan KBM pun tidak sesuai dengan janjinya yang menjanjikan berbasis kurikulum Cambrighe, sebingga hari ini kita segel,” ujarnya.
Apa Itu Kurikulum Cambridge
Kurikulum Cambridge adalah kurikulum internasional yang banyak digunakan di sekolah-sekolah, termasuk di Indonesia.
Kurikulum ini menawarkan berbagai tingkatan, mulai dari Cambridge Primary (untuk usia 5-11 tahun) hingga Cambridge Advanced (untuk usia 16-19 tahun).
Di Indonesia, kurikulum Cambridge banyak diterapkan di sekolah-sekolah internasional dan beberapa sekolah swasta.
Kurikulum Cambridge memiliki empat tahap utama: Cambridge Primary, Cambridge Lower Secondary, Cambridge Upper Secondary (termasuk IGCSE), dan Cambridge Advanced (termasuk AS/A Levels)
Kurikulum ini mencakup mata pelajaran inti seperti Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains, serta mata pelajaran lain yang berdasarkan Kurikulum Nasional Inggris.
Kurikulum Cambridge menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kemampuan berbahasa Inggris, serta pandangan global.
Kualifikasi Cambridge diakui secara global dan memberikan akses ke pendidikan tinggi di berbagai universitas di seluruh dunia.
Siswa yang belajar dengan kurikulum Cambridge cenderung memiliki kefasihan berbahasa Inggris yang baik, cara berpikir internasional, dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di berbagai universitas di seluruh dunia, menurut beberapa sumber.
Kurikulum ini mungkin dianggap menantang dan membutuhkan banyak waktu, terutama untuk mata pelajaran yang tidak diminati siswa.
Kurikulum Cambridge menekankan pada pendekatan global dan pembelajaran berbasis keterampilan, sedangkan kurikulum nasional lebih fokus pada pengembangan pengetahuan dan pemahaman tentang materi pelajaran.
![Tipu-tipu Sekolah Elite di Kota Bekasi, Orang Tua Siswa Temukan Hal Tak Wajar [Suara.com/Mae Harsa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/19/24704-sekolah-disegel.jpg)
Kurikulum Cambridge banyak digunakan di sekolah-sekolah internasional dan beberapa sekolah swasta yang ingin memberikan pendidikan dengan standar global.
Lebih dari 200 sekolah di Indonesia telah menerapkan kurikulum Cambridge.
Kontributor : Mae Harsa