SuaraBekaci.id - NIXX brand yang dikenal dengan perangkat vape bergaya modern ini memperkenalkan tiga varian warna dalam ajang Jakarta International Vape Expo (JIVE) 2025, 31 Mei - 1 Juni 2025.
Selain memperkenalkan tiga varian warna terbaru untuk lini produk andalannya, NIXX juga sekaligus meluncurkan brand liquid terbaru bertajuk Xcape.
Peluncuran ini, sebuah langkah strategis yang memperluas jangkauan mereka ke segmen pasar yang lebih muda dan ekspresif.
Raissa Grimonia selaku Head of Brand Marketing NIXX mengatakan, perangkat vape NIXX kini hadir dalam tiga balutan warna baru yang dirancang untuk mencerminkan nuansa elegan, eksklusif serta tetap stylish.
Baca Juga:Awas! Sindikat Penjualan Vape Mengandung Narkoba, Terkait Jaringan Internasional
"Warna-warna ini bukan sekadar pilihan estetika, tetapi merupakan respon atas tren gaya hidup para pengguna dewasa yang mengedepankan personal style dan sophistication dalam tiap detail," ucapnya.
![Tampil Beda di JIVE 2025: NIXX Ungkap Identitas Baru [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/03/11093-nixx.jpg)
Lebih lanjut Raissa menuturkan, dengan desain ramping dan sentuhan akhir yang premium, NIXX mempertegas posisinya sebagai perangkat vape yang bukan hanya fungsional, tetapi juga menjadi bagian dari fashion statement.
Pada kesempatan tersebut, NIXX juga memanfaatkan momentum JIVE 2025 untuk meluncurkan Xcape—brand liquid terbaru yang secara visual dan semangat, sangat berbeda dari lini sebelumnya.
Brand liquid terbaru ini, dirancang khusus untuk menjawab karakter Gen Z yang ekspresif, berani, dan penuh warna, Xcape hadir dengan kemasan playful, warna cerah, serta pendekatan branding yang fun dan relatable.
"Ini adalah jawaban NIXX terhadap kebutuhan generasi muda akan produk yang tidak hanya enak dinikmati, tapi juga bisa mencerminkan identitas dan gaya hidup mereka," katanya.
Baca Juga:Ribuan Petugas Gabungan Disiagakan untuk Amankan Demonstrasi
Raissa menuturkan, pihaknya melihat pergeseran perilaku konsumen yang semakin mencari produk dengan kepribadian. Untuk itu, NIXX menjawab itu melalui dua pendekatan.
"Satu yang sophisticated untuk pengguna dewasa, dan satu lagi yang bold untuk para pemula dan pengguna muda yang ingin tampil beda," ungkapnya.
Peluncuran ini menurut Raissa merupakan bagian dari komitmen NIXX dalam membangun ekosistem vape yang inklusif dan berorientasi pada inovasi.
"Kami ingin tetap relevan bagi berbagai segmen. Lewat Xcape dan warna baru perangkat kami, kami yakin bisa memberikan pengalaman yang sesuai dengan karakter tiap pengguna," jelasnya.
Langkah ini, semakin mempertegas posisi NIXX sebagai brand yang tak hanya fokus pada performa, tetapi juga pada estetika dan gaya hidup.
"Dengan terus menyelaraskan teknologi terkini, desain mutakhir, dan pemahaman mendalam terhadap tren pasar, NIXX semakin mengukuhkan reputasinya sebagai pelopor dalam industri vape Indonesia," tegasnya.
Vape Hilangkan Kebiasaan Merokok
Cochrane Library, salah satu basis data medis terbesar di dunia, mempublikasikan bukti ilmiah yang mengungkapkan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik adalah salah satu metode paling efektif untuk beralih dari kebiasaan merokok.
Produk alternatif yang di dalamnya termasuk produk tembakau yang dipanaskan dan kantong nikotin, disebut tidak memaparkan bahan kimia berbahaya yang menjadi sumber berbagai penyakit dari kebiasaan merokok.
Temuan yang diterbitkan pada 29 Januari 2025 ini didasarkan pada 90 studi ilmiah yang dilakukan antara tahun 2021 hingga Februari 2024 dan melibatkan lebih dari 29.044 perokok dewasa.
Sebagian besar penelitian dilakukan di Amerika Serikat, Inggris, dan Italia. Studi-studi tersebut membandingkan vape dengan metode berhenti merokok lainnya, seperti terapi penggantian nikotin atau varenicline, obat yang digunakan untuk membantu orang berhenti merokok.
Peneliti juga mencatat bahwa setiap 100 orang yang menggunakan vape untuk berhenti merokok, 8 hingga 10 orang berhasil berhenti merokok. Angka tersebut lebih tinggi daripada orang yang beralih ke terapi pengganti nikotin atau dukungan perilaku.
"Orang-orang cenderung berhenti merokok selama minimal enam bulan dengan menggunakan rokok elektronik yang mengandung nikotin dibandingkan dengan penggunaan terapi pengganti nikotin atau rokok elektronik tanpa nikotin," simpul bukti ilmiah yang ditulis oleh peneliti Lindson N, Butler AR, McRobbie H, Bullen C, Hajek P, dkk.

Para peneliti juga menyoroti pentingnya melakukan lebih banyak penelitian untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap. Hal ini bertujuan agar masyarakat di belahan dunia lainnya bisa mendapatkan informasi komprehensif tentang alternatif lebih rendah risiko untuk mengurangi dampak kesehatan.
Menanggapi hal ini, Wiratna Eko Indra Putra, Sekretaris Aliansi Vaper Indonesia (AVI), menjelaskan pentingnya edukasi dan sosialisasi tentang manfaat produk tembakau alternatif sebagai alat bantu untuk beralih dari kebiasaan merokok.
Oleh karena itu, kesalahan informasi yang menyamakan risiko produk tersebut dengan rokok yang dibakar perlu diluruskan melalui kajian ilmiah dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan.
"Kolaborasi antara regulator, peneliti, dan komunitas kesehatan sangat diperlukan untuk menyampaikan informasi yang seimbang dan transparan, dengan fokus utama pada perokok dewasa yang kesulitan berhenti, supaya mereka bisa mempertimbangkan transisi ke produk yang dirasa lebih baik," ujar Wiratna.
Kontributor : Rahman