SuaraBekaci.id - Di tengah hingar bingar pesta Pemilu 2024, harapan banyak digantungkan elemen masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik. Harapan itu salah satunya datang ke guru honorer Kota Bekasi.
Rupanya, sebagian besar tenaga pendidik di Kota Bekasi, Jawa Barat mengaku masih jauh dari kata sejahtera. Penghasilan bulanan mereka utamanya guru honorer, masih ada yang hanya sebesar ratusan ribu.
Seperti yang dialami Moh. Naufal, seorang guru SD swasta di wilayah Harapan Mulya, Medan Satria, Kota Bekasi. Ia mengaku, selama kurang lebih 5 tahun menjadi seorang guru, hingga saat ini ia hanya menerima gaji bulanan sebesar Rp800 ribu.
Selain soal curhat guru honorer di kota Bekasi ini, sorotan Bekasi kemarin, Rabu (29/11) juga seputar jelang penetapan UMK 2024.
Baca Juga:Serikat Buruh dari KSPN Bertemu Prabowo di Kertanegara, Ada Enam Poin Diutarakan
Kemarin, buruh kembali turun ke jalan untuk mengawal rekomendasi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2024. Sejak Rabu pagi, massa buruh sudah mulai berunjuk rasa.
Di kawasan MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dari unggahan Bekasi24jam--jaringan Suara.com, sejumlah buruh sudah mulai memenuhi jalan.
1. Curhat Guru Honorer Kota Bekasi di Pesta Pemilu 2024: Hidup Perih Banting Tulang Diupah Kecil
![Curhat Guru Honorer Kota Bekasi di Pesta Pemilu 2024: Hidup Perih Banting Tulang dapat Upah Kecil [Suara.com/Mae Harsa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/11/29/76428-guru-honorer-di-bekasi.jpg)
Di tengah hingar bingar pesta Pemilu 2024, harapan banyak digantungkan elemen masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik. Harapan itu salah satunya datang ke guru honorer Kota Bekasi.
Rupanya, sebagian besar tenaga pendidik di Kota Bekasi, Jawa Barat mengaku masih jauh dari kata sejahtera. Penghasilan bulanan mereka utamanya guru honorer, masih ada yang hanya sebesar ratusan ribu.
Baca Juga:Jutaan Data Pemilih Diduga Bocor, Cak Imin: Ada Upaya Sistematis Ganggu Pemilu