Dirinya mengaku, peristiwa pemagaran seng itu memang mempengaruhi mental guru-guru maupun ribuan siswa SDn Bantargebang V Kota Bekasi.
“Memang dalam satu hari luar hiasa ya kami dan anak-anak berpengaruh besar ya, semuanya tanda tanya. ‘Kenapa kita PJJ, sementara anak-anak lainnya belajar seperti biasanya’, itu aja ya beban mental untuk anak-anak,” ujar Aisyah.
Asiyah pun berharap, polemik sengketa lahan ini bisa cepat selesai dan para siswa bisa kembali belajar dengan leluasa dengan tidak tanpa adanya pembatasan.
“Kami berharap mudah mudahan permasalahannya cepat selesai dan anak anak bisa kembali belajar dengan leluasa dan yang dibatasi bisa segera dibuka,” tutupnya.
Kontributor: Mae Harsa