SuaraBekaci.id - Kota Bekasi rupanya tidak hanya menjadi sarangnya begal, namun aksi kejahatan lain seperti pencurian sepeda motor (curanmor) juga kerap terjadi. Kota Bekasi belakangan bisa dikatakan darurat kejahatan jalanan.
SuaraBekaci.id merangkum dalam sepekan aksi curanmor di Kota Bekasi telah terjadi sebanyak 4 kali.
Peristiwa teranyar, terjadi di Jalan Raya Legok, Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis (20/7) pukul 04.21 WIB. Pelaku berhasil menggondol mobil pick up berwarna putih.
Di waktu yang sama, aksi serupa juga terjadi di Jalan Kesehatan, Pengasinan Rawalumbu, Kota Bekasi pukul 04.11 WIB.
Rabu (19/7) pukul 10.30 WIB aksi curanmor terjadi di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, korbannya merupakan seorang siswa SMP Negeri 54 Kota Bekasi yang saat itu sedang latihan Pasikbra di TKP.
Terakhir, Minggu (16/7) pencurian juga terjadi di Jalan Raya Narogong, Kampung Rawa Roko, Gang Kalong, Rawalumbu, Kota Bekasi. Korban, Ridwan mengatakan, pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor Yamaha WR155 miliknya yang saat itu sudah dalam kondisi terkunci.
Banyaknya aksi curanmor ini membuat resah warga Bekasi. Salah satunya, Nisa (28) yang mengaku belakang kerap dihantui rasa was-was apabila meninggalkan motornya, bahkan saat terparkir di halaman rumah.
“Curanmor itu kan di kawasan rumah aku (Kayuringin, Kota Bekasi) juga kayaknya lama-lama juga rawan. Jadi aku ke mana-mana kalau siang pun kalau misalkan ke dalam rumah sebentar, itu aku merhatin motor yang ada di depan rumah takutnya kejadian hal-hal gak diinginkan,” kata Nisa, kepada SuaraBekaci.id.
Keresahannya bahkan membuat Nisa teringat dengan statement Wali Kota Medan untuk menembak mati di tempat pelaku begal. Menurutnya, hukaman serupa juga pantas didapatkan pelajku curanmor.
Baca Juga:Waspada! Aksi 'Joker' di Kota Bekasi, Pelaku Begal yang Pura-pura Jadi Pengamen
Sebab, menurut Nisa, tindakan begal maupun curanmor sangat merugikan masyarakat. Para pelaku juga sekan tidak sama sekali memikirkan kondisi korbannya.