SuaraBekaci.id - Hotman Paris Hutapea mengakui bahwa ia sempat setuju untuk menjadi pengacara mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi pada kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Pengakuan itu disampaikan Hotman saat menjadi bintang tamu di kanal Youtube Deddy Corbuzier. Diakui Hotman, bahwa ia sempat diminta untuk jadi pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Bahkan kata Hotman, soal harga sudah disepakati. Namun sebelum mengatakan persetujuan, ia mengakui tidak bisa tidur selama tiga hari. Bahkan Hotman mendapat penolakan dari sang istri dan anak untuk jadi pengacara Ferdy Sambo.
"Irjen Pol Sambo melalui kuasa hukumnya meminta saya untuk jadi pengacaranya. Katanya juga ibu PC maunya juga Hotman Paris. Jujur saya sudah sempat bilang iya dan harganya pun sudah disepekati," kata Hotman.
Baca Juga:Segini Perkiraan Pendapatan Ferdy Sambo yang Hilang Usai Resmi Dipecat, Nilainya Cukup Fantastis
"Bang Hotman sudah sempat bilang iya?" tanya Deddy menegaskan.
"Tapi sebelum saya bilang iya, saya tiga hari tidak bisa tidur. Begitu saya bilang sama istri, cerita, gak boleh gitu. istri saya langsung ngamuk," ucapnya.
"Begitu anak saya Frank (Hutapea). Saya bilang saya mau ditunjuk sama mas Sambo, Frak langsung mengamuk dan bilang, emang bapak kurang uang," lanjut Hotman.
"Istri marah, anak marah. Di medsos jutaan orang jadi kuasanya Bharada E, sama jadi kuasa Brigadir J. Nah ini gimana nih. Tiga hari saya pikir-pikir," kata Hotman.
Hotman lebih jauh menjelaskan soal profesinya sebagai seorang pengacara. Di satu pihak, menurut Hotman seorang pengacara itu bukan untuk membela orang yang benar-benar bersih.
Baca Juga:Nasib Ferdy Sambo: Gelar Hilang, Dana Pensiun Tak Dapat setelah Dipecat Tidak Dengan Hormat
"Pengacara itu ada untuk membela agar orang mendapat putusan sesuai dengan perbuatannya," jelas Hotman.
- 1
- 2