facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dipecat dari ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Serupa, Ajak Umat Kembali Berdonasi

Galih Prasetyo Kamis, 07 Juli 2022 | 21:15 WIB

Dipecat dari ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Serupa, Ajak Umat Kembali Berdonasi
siapa ahyudin act (Youtube)

Pendiri ACT Ahyudin diduga kembali menggagas lembaga serupa dengan ACT bernama Global Moeslim Charity (GMC).

SuaraBekaci.id - Pendiri ACT Ahyudin diduga kembali menggagas lembaga serupa dengan ACT bernama Global Moeslim Charity (GMC). Ahyudin ialah eks presiden ACT yang dipecat setelah diduga mendapat gaji dan fasilitas mewah.

Ahyudin sendiri telah dipecat dari ACT sejak 11 Januari 2022 lalu. Lembaga serupa ACT yang didirikan oleh Ahyudin sendiri memiliki aktivitas tak jauh berbeda.

Mengutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com, aktifitas GMC pun terbilang sama yakni mengumpulkan donasi umat dengan tagline ‘Bebaskan Kemiskinan’.

Menengok akun resmi Instagram GMC @globalmoeslimcharity, terpampang jelas aktifitas lembaga yang didirikan Ahyudin. Salah satunya mengajak umat Islam bersedekah untuk kurban menjelang Idul Adha 2022.

Baca Juga: Riza Patria: Tahun Ini Tidak Ada Kerja Sama dengan ACT Untuk Penyaluran Hewan Kurban

“Yuk, patungan qurban untuk keluarga miskin Indonesia,” seru akun Instagram GMC

Selain itu adapula seruan berdonasi untuk korban bencana gempa bumi di Afghanistan.

“Assalamualaikum.. Insan Charity! Doa terbaik untuk para korban bencana gempa bumi di Afghanistan. Berikan dukungan dan bantuan terbaikmu untuk mereka bersama kami,” tulisnya pada unggahan lain.

Pada unggahan berikutnya GMC juga mengingatkan kepada umat Islam untuk tidak pelit bersedekah kepada sesama.

“Jadilah manusia yang memiliki dampak dan bermanfaat untuk manusia lain, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain," tulis narasi pada unggahan tersebut.

Baca Juga: Izinnya Dicabut Kemensos, Kantor ACT Cabang Padang Tetap Buka

Sebelumnya, Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) diterpa isu tak sedap. Donasi dari para dermawan diduga dipakai untuk memberikan fasilitas lebih kepada pimpinan lembaga tersebut, baik gaji hingga kendaraan operasional mewah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait