facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dokter Spesialis Anak Bakal Digandeng Dinkes Kota Bekasi Guna Antisipasi Dini Hepatitis Misterius

Galih Prasetyo Kamis, 12 Mei 2022 | 12:37 WIB

Dokter Spesialis Anak Bakal Digandeng Dinkes Kota Bekasi Guna Antisipasi Dini Hepatitis Misterius
Ini Daftar Negara Yang Diserang Hepatitis Misterius, Capai Ratusan Kasus! (unsplash.com)

Dalam jangka waktu dekat Dinas Kesehatan mau mengundang dokter spesialis anak agar mendapat masukan,"

SuaraBekaci.id - Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi memberikan perhatian khusus untuk penanganan penyakit hepatitis misterius. Salah satunya dengan menggandeng dokter spesialis anak dalam menangani penyakit itu.

Menurut kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, pihaknya menggandeng dokter spesialis anak guna pencegahan dan penanganan hepatitis misterius bisa diantisipasi sedini mungkin.

“Dalam jangka waktu dekat Dinas Kesehatan mau mengundang dokter spesialis anak agar mendapat masukan dan langkah-langkah antisipasi oleh Pemkot Bekasi,” kata Tanti mengutip dari Jabarnews, Kamis (12/5/2022).

Sebelumnya, Tanti menjelaskan untuk temuan kasus hepatitis misterius di salah satu rumah sakit swasta dipastikan bukan warga Kota Bekasi.

Baca Juga: Mengenal Adenovirus, yang Disebut-sebut Biang Keladi Hepatitis Misterius

Dijelaskan oleh Tanti, bahwa pasien berusia 16 tahun dan bukan penduduk kota Bekasi. Ditambahkan oleh Tanti saat ini pasien telah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangonkusumo (RSCM) Jakarta.

Pihak Dinkes kata Tanti bersama pemkot meminta warga tidak perlu panik terkait informasi adanya kasus hepatitis misterius di Bekasi.

Sementara itu, Wabah hepatitis akut sudah masuk Jakarta. Mayoritas pengidap penyakit diduga hepatitis akut di Ibu Kota berusia di bawah 16 tahun.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Di Jakarta sudah ada 21 kasus.

Tujuh kasus dugaan hepatitis akut lainnya berusia di atas 16 tahun.

Baca Juga: Kasus Hepatitis Misterius di Bekasi, Dinkes Ungkap Fakta Baru

"Dari 21 kasus, 14 orang termasuk tiga yang meninggal berusia kurang dari 16 tahun," kata Riza Patria mengutip dari Antara.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait