facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kehidupan Anak Pesisir Muaragembong, Sejak Dini Diajarkan Berburu dan Bertahan Hidup di Air

Galih Prasetyo Selasa, 25 Januari 2022 | 17:47 WIB

Kehidupan Anak Pesisir Muaragembong, Sejak Dini Diajarkan Berburu dan Bertahan Hidup di Air
Hiburan anak-anak di wilayah Kampung Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat banjir rob surut untuk sesaat pada Selasa (7/12/2021). (Antara/Pradita Kurniawan Syah).

"Karena anak-anak di sini sudah dikenalkan pada bekerja. Tepatnya, mereka membantu orang-orang tua bekerja,"

SuaraBekaci.id - Muaragembong, kecamatan paling ujung di Kabupaten Bekasi. Daerah ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara dan Teluk Jakarta di Barat. Mayoritas pekerjaan masyarakat di Muaragembong tentu saja nelayan.

Hidup di daerah pesisir membuat masyarakat di sana harus kuat dan tahan banting, begitu juga dengan anak-anak. Sejak kecil, anak-anak di Muaragembong sudah dikenalkan pada luasnya lautan dan kehidupan luat yang menjadi mata pencarian orang tuanya.

Anak-anak di Muaragembong ini sejak kecil harus bisa beradaptasi dengan kondisi di sekitar mereka, baik saat terjadi laut pasang dan bertahan hidup di air.

Bahkan untuk melakukan aktivitas keseharian, anak-anak di Muaragembong sudah terbiasa mengayun sampan. Seperti di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong.

Baca Juga: Rocky Gerung Duga Presiden Jokowi Tak Bisa Tidur karena Pikirkan Pelaporan kepada Kaesang dan Gibran

Budaya bepergian dan menghabiskan waktu di atas perahu masih sangat melekat. Sebagian besar warga, hidup diatas perahu setiap harinya. Kebiasaan itupun, terus melekat bahkan pada anak- anak.

Cerita tentang masa kecil anak pesisir Muaragembong dituturkan oleh Sekretaris Desa Pantai Bahagia, Akhmad Qurtubi.

Baginya, menghabiskan waktu di air tidak akan bisa dilepaskan. Bahkan, itu sudah menjadi tradisi turun temurun di desanya. Bukan tanpa sebab, karena kampung halaman Qurtubi dipisahkan Sungai Citarum yang membelah Desa Pantai Bahagia menjadi dua sisi.

"Perahu dipilih oleh warga sebagai alat transportasi alternatif karena jalur transportasi darat yang tidak begitu baik. Begitupun, kehidupan anak-anak Muaragembong setelah belajar pada siang hari, mereka pasti berada di atas perahu," jelasnya.

Qurtubi menceritakan, sepulang sekolah, anak pesisir di desanya selalu berada di perahu, bersama orang tua, dan belajar berburu ikan.

Baca Juga: KPK Periksa Ketua DPRD Kota Bekasi dan Lurah Jatirangga

"Karena anak-anak di sini sudah dikenalkan pada bekerja. Tepatnya, mereka membantu orang-orang tua bekerja," tuturnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait