facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

IKN Belum Rampung Sebelum Jokowi Lengser, Rocky Gerung: Tiga Periode itu Memang Masih Terbuka

Galih Prasetyo Senin, 24 Januari 2022 | 06:46 WIB

IKN Belum Rampung Sebelum Jokowi Lengser, Rocky Gerung: Tiga Periode itu Memang Masih Terbuka
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang diberi nama Injourney. (Foto BPMI Sekretariat Presiden)

"Ada deals sebenarnya di belakang layar bahwa Pak Jokowi harus menikmati ibu kota itu sebagai presiden tentunya."

SuaraBekaci.id - Pengamat politik, Rocky Gerung memprediksi jika proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru belum rampung namun jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah habis.

Ia pun menilai jika Jokowi sendiri mempunyai kesepakatan terhadap proyek tersebut. Yakni, ingin bisa menikmati Ibu Kota baru sebelum pensiun.

"Kalau ternyata dua tahun ke depan belum bisa mulai (pemerintahan) di ibu kota dan ada deals sebenarnya di belakang layar bahwa Pak Jokowi harus menikmati ibu kota itu sebagai presiden tentunya."

"Kan enggak mungkin secara perwatakan orang buatkan rumah, orang bikin rumah untuk diserahkan ke orang lain kan. Jadi Pak Jokowi pasti punya intensi untuk menduduki sebagai orang pertama di Istana baru itu," cetusnya dalam Youtube miliknya, dikutip dari Wartaekonomi--Jaringan Suara.com, Senin (24/1).

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi, Warga Sempat Mengira Boneka

Karena itu, menurutnya apabila IKN baru tidak juga rampung pada 2024, maka Jokowi bakal memperpanjang masa jabatannya.

"Nah kalau (IKN baru) enggak selesai 2024, akan ada deal supaya Pak Jokowi perpanjang deh, supaya dia yang menikmati. Jadi tiga periode itu memang masih terbuka," tambahnya.

Sambung Rocky Gerung, apabila proyek IKN belum rampung maka ada kemungkinan berbagai infrastruktur di IKN baru bakal mangkrak.

"Kan oligarki juga berharap terus saja Pak Jokowi memimpin supaya bisa dimanfaatkan sisa kekuasaan dia. Bayangkan kalau Jokowi berhenti di 2024 dan dalam kondisi istana belum selesai, maka bersamaan dengan itu infrastrukturnya mangkrak,"

"Jadi ini pertaruhan sebetulnya, kita tetap menduga ini ada sesuatu yang non-konstitusional dan sedang ditransaksikan untuk memastikan Jokowi bisa memimpin ibu kota itu dan istana yang baru kendati pemilihan umum ada di depan mata," papar Rocky Gerung.

Baca Juga: Ahok Diisukan Jadi Kepala Otorita IKN, Pengamat: Belum Saatnya

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait