alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diduga Jadi Korban Human Trafficking, TKW Asal Karawang Tidak Ingin Pulang ke Indonesia

Andi Ahmad S Senin, 22 November 2021 | 19:29 WIB

Diduga Jadi Korban Human Trafficking, TKW Asal Karawang Tidak Ingin Pulang ke Indonesia
Ilustrasi Human Trafficking [shutterstock]

Kasus itu mulai terungkap saat dirinya meminta pertolongan dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu.

SuaraBekaci.id - Salah seorang warga asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang belum mau disebutkan namanya, diduga merupakan salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW secara ilegal yang berangkat ke Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA) menjadi korban human trafficking.

Dia berangkat ke luar negeri lantaran ingin memperbaiki keadaan ekonomi keluarganya, hanya saja bukan nasib baik yang diterima, malah dirinya dijual oleh majikan untuk melayani pria hidung belang.

Kasus itu mulai terungkap saat dirinya meminta pertolongan dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu.

Ketua SBMI Indramayu, Juwarih mengatakan, ada lima orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban yang dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Abu Dhabi.

Baca Juga: Deteksi Kepadatan Arus Lalu Lintas, Dishub Karawang Pasang APILL di Tujuh Titik

"Tiga orang asal Indramayu, satu orang asal Sukabumi, dan satu lagi dari Karawang," katanya.

Pihaknya belum berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan pihak yang berwenang, sebab tuntutan dari korban hanya ingin dibebaskan dari jeratan majikannya yang menjualnya hingga menjadi PSK.

"Dia ingin bebas tapi tidak mau pulang. Hanya ingin bebas dan bekerja lagi di tempat lain, mungkin mencari majikan baru. Dia tidak mau dipulangkan karena dia mengaku belum punya uang cukup untuk pulang. Untuk identitasnya tidak kami sebutkan, kasihan," ujarnya.

Saat dimintai keterangan, Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri pada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, Ijum Junaedi, hingga kini belum menerima laporan apapun dari korban.

Namun, Junaedi memastikan korban berangkat ke Abu Dhabi pada 2021 secara ilegal.

Baca Juga: Jelang Nataru, Satgas Karawang Minta RS Antisipasi Lonjakan Gelombang Ketiga Covid-19

"Sejak tahun 2015, moratorium dalam Permenaker nomor 260 melarang penempatan TKI ke negara-negara kawasan Timur Tengah," kata dia ketika dikonfirmasi, Senin (22/11/2021).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait