Tanda Mental Sehat, Bisa Beri Perhatian Positif Pada Orang Lain

Salah satunya menyadari kemampuannya atau mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Lebrina Uneputty
Minggu, 07 November 2021 | 08:55 WIB
Tanda Mental Sehat, Bisa Beri Perhatian Positif Pada Orang Lain
Ilustrasi berbincang dengan Teman. (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)

SuaraBekaci.id - Saat bisa memberikan perhatian positif pada orang lain maka itu pertanda sehat secara mental.

Ini diungkap Psikolog klinis fungsional di RSUP Dr. Sardjito, DR. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si.

Menurut Indria yang menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia itu, orang sehat secara mental berdasarkan definisi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Salah satunya menyadari kemampuannya atau mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

"Ketika kita bisa memberikan perhatian yang positif pada orang lain, kita sebetulnya sehat mental. Karena kalau kita tidak sehat mental akan sulit memberikan perhatian positif yang tulus," kata dia dalam sebuah konferensi pers daring mengenai kesehatan mental, ditulis Minggu (07/11/2021).

"Mereka bersedia mengembangkan potensi yang ada dan juga mengatasi kekurangan-kekurangannya. Dengan kondisi itu mampu mengatasi tekanan kehidupan".

Tanda lainnya, mampu bekerja secara produktif yang tak terbatas pada menghasilkan uang. Produktif di sini mencakup hal kecil atau menghasilkan sesuatu, termasuk bisa menyenangkan orang lain.

Selain itu, orang sehat mental juga bisa ditandai mampunya dia berkontribusi di dalam kelompoknya. Kontribusi ini luas yakni bisa sekedar memberikan perhatian atau membantu teman.

Di sisi lain, Indria juga mengatakan, orang juga perlu meregulasi diri, menjaga emosionalitas positif dan kesejahteraan subjektifnya seperti rasa damai dan rasa tenang.

Jujur dengan perasaan diri dan berkata pada orang lain pun diperlukan, walau ini tak mudah. Ada orang-orang tertentu yang bisa dipercaya untuk menyampaikan apa yang dirasakan.

Pada masa kini, anak-anak muda terbiasa menuliskan isi hati bahkan kondisinya di media sosial.

Indria mengingatkan, adanya batasan hal-hal yang bisa dibawa ke ranah publik dan tidak, agar tidak justru menimbulkan sesuatu tak diinginkan.

"Respon yang diberikan tidak membuat kondisi lebih baik tetapi justru sebaliknya. Ini kadang terjadi. Ada hal-hal yang perlu kita keep dan berhati-hati kepada siapa kita menyampaikan hal itu," demikian pesan Indria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini