Sudah "Berdarah-darah", Nasib Garuda di Ujung Tanduk, Terancam Ditutup

Pemerintah Indonesia telah menegaskan tidak mungkin membantu dalam penyertaan modal oleh sebab kondisi keuangan negara.

Lebrina Uneputty
Senin, 25 Oktober 2021 | 07:42 WIB
Sudah "Berdarah-darah", Nasib Garuda di Ujung Tanduk, Terancam Ditutup
Garuda Indonesia

SuaraBekaci.id - Nasib Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Garuda Indonesia sedang di ujung tanduk, terancam ditutup. Terlilit utang Rp70 triliun membelenggu operasional industri penerbangan negara itu.

Pemerintah Indonesia telah menegaskan tidak mungkin membantu dalam penyertaan modal oleh sebab kondisi keuangan negara.

Terkini, Garuda Indonesia disebut sedang dalam posisi negosiasi dengan para kreditur dan lessor atau perusahaan penyedia jasa leasing atau penyewaan.

Melansir BBC News Indonesia, Staf Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, pemerintah tidak mungkin memberikan bantuan kepada Garuda Indonesia karena keuangan negara sedang fokus pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Baca Juga:Pemisahan Fungsi, Telkomsel Diminta Serahkan Semua Tower ke Telkom

"Jadi kita akan sangat-sangat bergantung pada negosiasi yang sedang dilakukan," imbuh Arya Sinulingga kepada BBC News Indonesia.

Karena itu ia berharap negosiasi tersebut berlangsung cepat atau tidak memakan waktu hingga tahunan. Sebab semakin lama, maka akan "memperparah kondisi maskapai" tersebut.

Sebab pemerintah, sambungnya, mustahil memberikan bantuan dana berupa penyertaan modal negara. Ini karena kas negara sedang diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi.

"Kalau negosiasinya enggak tercapai, maka kita akan tutup [Garuda Indonesia]."

Arya menjelaskan, kondisi keuangan Garuda Indonesia "sudah lama merah".

Baca Juga:Ubah Skema Bisnis, Menteri BUMN Minta Telkomsel Serahkan Semua Tower ke Telkom

Penyebabnya kebijakan penyewaan pesawat yang dianggapnya tidak rasional dan adanya sejumlah rute penerbangan internasional yang justru merugikan.

"Ada pesawat yang terbang saja rugi."

"Makanya kita sudah minta Garuda lebih fokus ke penerbangan dalam negeri. Pangkas rute yang merugikan. Kecuali penerbangan internasional yang sehat dan gemuk."

Ia mengatakan opsi terakhir untuk menutup Garuda Indonesia adalah langkah realistis yang diambil pemerintah jika negosiasi buntu.

"Kita harus rasional. Mau APBN kita digerogoti hal begini atau enggak?"

Opsi Tutup Garuda Tak Dapat Dicegah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini