alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sudah "Berdarah-darah", Nasib Garuda di Ujung Tanduk, Terancam Ditutup

Lebrina Uneputty Senin, 25 Oktober 2021 | 07:42 WIB

Sudah "Berdarah-darah", Nasib Garuda di Ujung Tanduk, Terancam Ditutup
Garuda Indonesia

Pemerintah Indonesia telah menegaskan tidak mungkin membantu dalam penyertaan modal oleh sebab kondisi keuangan negara.

"Ada pesawat yang terbang saja rugi."

"Makanya kita sudah minta Garuda lebih fokus ke penerbangan dalam negeri. Pangkas rute yang merugikan. Kecuali penerbangan internasional yang sehat dan gemuk."

Ia mengatakan opsi terakhir untuk menutup Garuda Indonesia adalah langkah realistis yang diambil pemerintah jika negosiasi buntu.

"Kita harus rasional. Mau APBN kita digerogoti hal begini atau enggak?"

Baca Juga: Pemisahan Fungsi, Telkomsel Diminta Serahkan Semua Tower ke Telkom

Opsi Tutup Garuda Tak Dapat Dicegah

Sementara Pengamat penerbangan, Ziva Narendra Arifin beranggapan, opsi terakhir penutupan Garuda Indonesia tidak dapat dicegah.

"Ini bukan the end of the world, kita harus menerima realitanya," kata Ziva Narendra.

Dia juga mengatakan, jika Indonesia tidak lagi memiliki maskapai penerbangan nasional atau flag carrier, bukan menjadi indikasi lemahnya industri penerbangan di Indonesia.

Sebab beberapa negara seperti Amerika Serikat juga tidak memiliki maskapai penerbangan nasional.

Baca Juga: Ubah Skema Bisnis, Menteri BUMN Minta Telkomsel Serahkan Semua Tower ke Telkom

Di dalam negeri, hilangnya Garuda Indonesia juga tidak akan berpengaruh besar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait